Home > Berita > Umum

Bardi Baldi, Sosok Juru Jagal Hewan Kurban Berpengalaman dari Generasi ke Generasi di Pekanbaru

Minggu, 08 Juni 2025 09:34 WIB
bbardi-baldi-sosok-juru-jagal-hewan-kurban-berpengalaman-dari-generasi-ke-generasi-di-pekanbarubDua juru jagal hewan kurban di Pekanbaru, Andika Yulianto dan Bardi Baldi saat bekerja di momen Idul Adha 1446 H

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Di balik prosesi Iduladha yang penuh makna, ada sosok-sosok yang bekerja keras untuk memastikan bahwa hewan kurban disembelih dengan baik dan sesuai dengan syariat.

Mereka adalah aktor di balik penyembelihan hewan kurban.

Seperti dilansir TribunPekanbaru.com, setiap tahunnya mereka mendapat lisensi untuk menyembelih hewan kurban.

Mereka adalah para juru jagal yang memiliki keahlian khusus dalam menyembelih hewan kurban. Para juru jagal begitu terlatih dan terampil memakai pisau karena memiliki pengalaman yang baik tentang cara menyembelih hewan kurban dengan benar.

Mereka juga memiliki dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Apalagi saat melaksanakan tugasnya, juru jagal tidak hanya memperhatikan aspek teknis penyembelihan, tetapi juga memastikan bahwa hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak.

Satu juru jagal profesional yang ditemui adalah Bardi Baldi.

Juru jagal hewan kurban ini ternyata merupakan juru jagal generasi ketiga di keluarganya. Bardi punya latar belakang keluarga yang kuat dalam menyembelih hewan.

Kakek dan ayahnya merupakan juru jagal yang setiap tahun membantu prosesi penyembelihan hewan kurban dalam momen Idul Adha.

Pria 32 tahun ini memulai pengalaman sebagai jagal hewan kurban pada tahun 2020 silam.

Banyak sudah pengalaman dan kisah yang dialaminya selama lima tahun ini.

Namun selain pengalaman, Bardi juga membekali diri dengan peralatan sebagai juru jagal.

Ia memiliki satu pisau khusus dari produk pisau legendaris Caribou.

Dirinya juga memiliki pisau berbahan baja Bohler N695, Bohler Elmax dan Bohler M390. Ia menyebut pisau ini tidak hanya memiliki ketajaman maksimal tapi juga anti karat.

"Jadi selain pengalaman, kami harus membekali diri dengan peralatan yang lengkap, sehingga proses penyembelihan berjalan baik," ungkapnya.

Bardi terus menempa ilmu sebagai seorang juru jagal hewan kurban. Terbukti saat ini ia tergabung dalam Juru Semblih Halal (Juleha) di Riau sejak tahun 2022 lalu.

Hal ini menambah pengalamannya menjadi seorang juru jagal.

Ia punya bekal banyak tentang standar pisau penyembelihan dan memastikan bahwa hewan yang disembelih dalam kondisi sehat dan layak.

Selama lima tahun ini, Bardi telah menyembelih hewan di berbagai tempat di Kota Pekanbaru.

Ia tidak hanya membantu penyembelihan di masjid tapi juga di kantor pemerintah dan rumah sakit.

Pada tahun ini, Bardi dipercaya menjadi bagian dari penyembelihan sapi kurban milik Wali Kota Pekanbaru.

Proses penyembelihan sapi tersebut berlangsung di sekitar Kediaman Wali Kota Pekanbaru.

Pria yang sehari-hari bekerja di satu kantor lurah ini setiap momen Idul Adha bisa mendatangi dua hingga tiga masjid dalam sehari.

Ia bisa menyembelih 10 hingga 15 ekor sapi dalam satu hari.

Dirinya mengaku tidak memungut tarif untuk jasanya sebagai juru sembelih.

Juru jagal lainnya, Andika Yulianto punya pengalaman tidak terlupa pada momen Idul Adha kali ini.

Pria 36 tahun ini menjadi bagian dari tim penyembelihan sapi kurban jenis Limosin. Ia bersama tim dapat menumbangkan sapi seberat 1,2 ton dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

Sapi kurban dari bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto disembelih di Rumah Omak Ustadz Abdul Somad.

Kemampuan itu tidak diperolehnya secara instan.

Tapi butuh lima tahun baginya semakin matang menjadi seorang juru jagal hewan kurban saat Idul Adha.

Pria 36 tahun ini juga punya banyak pengalaman dalam menyembelih hewan kurban di Pekanbaru dan Kampar. Ia juga sering berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang menyembelih hewan di Juleha bersama rekan-rekan sama juru sembelih.

Sebagai seorang juru jagal hewan kurban, Andika membekali diri dengan pisau khusus untuk menyembelih. Pisau miliknya sendiri merupakan produksi dari Jawa dengan standar agar hewan yang disembelih dalam kondisi layak.

"Ada beberapa pisau saya punya, mulai dari N695, M390 hingga pisau premium Elmax," ungkapnya.

Pria yang sehari hari berprofesi sebagai guru ini mengaku sangat memperhatikan kondisi hewan yang disembelih. Ia ingin memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

"Kami juga berpengalaman dalam menangani hewan yang agresif, agar lebih tenang disembelih," ulasnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id