Home > Berita > Umum

Sejarah Idul Adha dan Pentingnya Makna Ibadah Kurban bagi Umat Islam

<b>Sejarah Idul Adha dan Pentingnya Makna Ibadah Kurban bagi Umat Islam</b>
Jum'at, 06 Juni 2025 07:45 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Hari Raya Idul Adha atau Iduladha dikenal juga sebagai hari raya kurban, merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam dan diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah. Pada tahun 1446 Hijriah, Idul Adha jatuh pada hari Jumat (6/6/2025).

Perayaan ini tidak hanya menjadi penanda puncaknya ibadah haji di Makkah, tetapi juga menjadi waktu yang sarat makna spiritual. Nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan kepada Allah Swt menjadi pusat perenungan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Lalu, seperti apa sejarah dan makna yang terkandung dalam peringatan Idul Adha? Dihimpun dari berbagai sumber, seperti dilansir Beritasatu.com, berikut ulasan lengkapnya!

Sejarah Penuh Keteladanan: Asal Usul Idul Adha

Idul Adha merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang diperingati setiap 10 Zulhijah. Pada hari ini, umat Islam di seluruh dunia tidak hanya merayakan puncak ibadah haji, tetapi juga mengenang kisah luar biasa Nabi Ibrahim As dan putranya, Nabi Ismail As.

Kisah ini bermula ketika Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah Swt melalui mimpi agar menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Meski perintah tersebut sangat berat, keduanya menunjukkan ketaatan dan keikhlasan yang luar biasa.

Nabi Ibrahim menyampaikan mimpi itu kepada Ismail dengan lembut, dan Ismail pun menerimanya dengan penuh ketundukan. Namun, saat penyembelihan akan dilakukan, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk penghargaan atas ketulusan dan ketaatan mereka.

Peristiwa ini menjadi dasar sejarah Idul Adha, di mana umat Islam di seluruh dunia memperingatinya dengan melaksanakan ibadah kurban sebagai simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah Swt.

Makna Mendalam di Balik Ibadah Kurban

1. Lambang ketaatan kepada Allah Swt

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi simbol ketaatan tanpa syarat kepada Allah Swt. Melalui Idul Adha, umat Islam diingatkan untuk selalu menjadikan perintah Allah sebagai prioritas utama, meskipun harus menghadapi ujian berat.

2. Pengorbanan sebagai jalan menuju kebaikan

Ibadah kurban merupakan bentuk nyata dari pengorbanan. Umat Islam diajak menyisihkan sebagian harta untuk membeli hewan kurban dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah dan menciptakan kebaikan sosial.

3. Wujud kepedulian sosial

Pembagian daging kurban kepada fakir miskin dan masyarakat luas mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian. Inilah salah satu pesan kuat dari Idul Adha, yang mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

4. Momen introspeksi dan pemersatu umat

Idul Adha juga menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri atas keimanan dan keikhlasan selama ini. Selain itu, perayaan ini yang dilakukan serentak di seluruh dunia menjadi simbol kesatuan umat Islam yang terikat oleh nilai dan keyakinan yang sama.

Tradisi dan Amalan di Hari Raya Idul Adha

Perayaan Idul Adha dimulai dengan salat Id berjemaah di masjid atau lapangan terbuka. Setelah itu, dilakukan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama fakir miskin.

Selain ibadah kurban, Idul Adha juga merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Makkah. Bagi umat Islam yang mampu, haji adalah bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah Swt yang tidak ternilai.

Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan untuk meneladani iman dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail. Dengan memahami sejarah dan makna di baliknya, umat Islam dapat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat iman, memperluas kepedulian sosial, dan mempererat tali persaudaraan. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id