Sejarah Idul Adha dan Pentingnya Makna Ibadah Kurban bagi Umat Islam
![]() |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Hari Raya Idul Adha atau Iduladha dikenal juga sebagai hari raya kurban, merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam dan diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah. Pada tahun 1446 Hijriah, Idul Adha jatuh pada hari Jumat (6/6/2025).
Perayaan ini tidak hanya menjadi penanda puncaknya ibadah haji di Makkah, tetapi juga menjadi waktu yang sarat makna spiritual. Nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan kepada Allah Swt menjadi pusat perenungan bagi umat Islam di seluruh dunia.Lalu, seperti apa sejarah dan makna yang terkandung dalam peringatan Idul Adha? Dihimpun dari berbagai sumber, seperti dilansir Beritasatu.com, berikut ulasan lengkapnya!Sejarah Penuh Keteladanan: Asal Usul Idul AdhaIdul Adha merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang diperingati setiap 10 Zulhijah. Pada hari ini, umat Islam di seluruh dunia tidak hanya merayakan puncak ibadah haji, tetapi juga mengenang kisah luar biasa Nabi Ibrahim As dan putranya, Nabi Ismail As.
1. Lambang ketaatan kepada Allah Swt
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi simbol ketaatan tanpa syarat kepada Allah Swt. Melalui Idul Adha, umat Islam diingatkan untuk selalu menjadikan perintah Allah sebagai prioritas utama, meskipun harus menghadapi ujian berat.2. Pengorbanan sebagai jalan menuju kebaikan
Ibadah kurban merupakan bentuk nyata dari pengorbanan. Umat Islam diajak menyisihkan sebagian harta untuk membeli hewan kurban dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah dan menciptakan kebaikan sosial.3. Wujud kepedulian sosial
Pembagian daging kurban kepada fakir miskin dan masyarakat luas mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian. Inilah salah satu pesan kuat dari Idul Adha, yang mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.4. Momen introspeksi dan pemersatu umat
Idul Adha juga menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri atas keimanan dan keikhlasan selama ini. Selain itu, perayaan ini yang dilakukan serentak di seluruh dunia menjadi simbol kesatuan umat Islam yang terikat oleh nilai dan keyakinan yang sama.Tradisi dan Amalan di Hari Raya Idul Adha
Perayaan Idul Adha dimulai dengan salat Id berjemaah di masjid atau lapangan terbuka. Setelah itu, dilakukan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama fakir miskin.Selain ibadah kurban, Idul Adha juga merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Makkah. Bagi umat Islam yang mampu, haji adalah bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah Swt yang tidak ternilai.Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan untuk meneladani iman dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail. Dengan memahami sejarah dan makna di baliknya, umat Islam dapat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat iman, memperluas kepedulian sosial, dan mempererat tali persaudaraan. ***Editor:
Roy Pribadi

























