Pembunuhan Sadis Rokan Hilir Riau, Ayah Bunuh Mandor Kebun, Anak dan Adik Ikut Bantu Buang Jasad Korban

<b>Pembunuhan Sadis Rokan Hilir Riau, Ayah Bunuh Mandor Kebun, Anak dan Adik Ikut Bantu Buang Jasad Korban</b>

Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni didampingi Kasat Reskrim AKP Putu Adi Juniwinata dan Kapolsek Pujud AKP Boy Setiawan, saat press release pengungkapan kasus pembunuhan (Humas Res Rohil)

Rabu, 04 Juni 2025 17:05 WIB

ROKAN HILIR, POTRETNEWS.com — Polisi mengamankan tiga tersangka kasus pembunuhan sadis, dimana pelaku memiliki hubungan sebagai ayah, anak dan adik. Kasus pembunuhan tersebut terjadi di Dusun Sungai Meranti Kepenghuluan Tanjung Medan, Kecamatan Tanjungmedan, Rokan Hilir (Rohil).

Korban tewas bernama Mula Pandiangan (49) warga Dusun Tebing Tinggi III, Kepenghuluan Sungai Meranti, Kecamatan Tanjung Medan, yang sehari-hari bekerja sebagai mandor perkebunan milik seseorang bernama Ambarita.

Sementara tiga pelaku yakni AR alias Raju (41), seorang buruh yang juga merupakan residivis kasus pembunuhan, warga Dusun Sei Meranti. Aksi pembunuhan dilakukan tersangka utama Raju, sementara anaknya As alias Rafi (19) dan adik Raju berinisial Dd (15) turut berperan membuang jasad korban.

"Kejadiannya Senin (2/6/2025) dini hari," kata Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Putu Adi Juniwinata STrk SIK. MSi, dan Kapolsek Pujud AKP Boy Setiawan SAP MSi, Rabu (4/6/2025) seperti dilansir RIAUPOS.CO.

Diketahui terang kapolres, dari keterangan istri korban, Lestari Megawati B Hasibuan, pada Senin (2/6/2025), sekitar pukul 03.00 WIB, suaminya keluar dari rumah untuk pergi ke kebun. Namun sampai pagi, pelapor tidak melihat korban pulang. Sekitar pukul 09.30 WIB istri korban memutuskan pergi ke kebun, namun keberadaan korban tak kunjung ditemukan.

"Pelapor memutuskan pulang ke rumah dan menghubungi kerabatnya yang bernama Abdi Siregar dan Suwanto Silalahi. Menyampaikan soal korban yang masih belum kembali," kata kapolres. Selanjutnya Abdi Siregar menghubungi Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Sei Meranti memberitahukan bahwa korban Mula Pandiangan hilang dan belum pulang ke rumahnya.

Bhabinkamtibmas melaporkan kejadian itu ke Kapolsek Pujud. selanjutnya Kapolsek memerintahkan Bhabinkamtibmas dan personel Reskrim mendatangi rumah pelapor dan menanyai terkait hilangnya korban pada Senin (2/5/2025) malam itu juga.

"Dari penjelasan pelapor disebutkan bahwa korban keluar rumah sekitar pukul 03.00 dini hari, dimana pelapor melihat korban pergi dari rumah mengunakan sepeda motor, ingin mengawasi kebun dan korban sempat cerita ke pelapor banyak maling sawit di kebun yang dijaganya," kata kapolres.

Selain keberadaan korban masih misterius, handphone korban ternyata juga sudah tak aktif. Polisi kemudian mendapatkan petunjuk, adanya orang yang membeli kartu baru di sebuah tempat penjualan kartu dan polisi mengecek CCTV milik sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Km 0 di wilayah tersebut. Dari rekaman kamera pengintai tersebut dipastikan bahwa korban sempat melintas menuju ke areal kebun yang dijaganya.

"Berdasarkan penyelidikan, personel Polsek Pujud mendatangi rumah diduga para pelaku di lokasi kebun yang dijaga oleh korban, dimana para pelaku tinggal di situ dan mereka juga bekerja di kebun tersebut," kata kapolres.

Awalnya terang kapolres, personel Polsek Pujud bertanya kepada salah seorang pelaku, tetapi pelaku mengaku tidak mengetahui soal korban. Namun polisi tak menurunkan kecurigaan, menyikapi diduga ada salah satu pelaku yang sempat membeli kartu handphone baru.

Bersama sejumlah warga, personel Polsek Pujud melakukan penyisiran, mencari korban maupun barang bukti dan melihat sebuah gubuk kosong.

"Gubuk dibuka paksa yang turut disaksikan oleh masyarakat," ujar AKBP Isa. Di dalam gubuk, polisi menemukan satu motor hitam milik korban. Temuan itu membuat para pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

"Ketiganya langsug diamankan ke Mapolsek Pujud untuk menghindari amukan dari masyarakat yang sudah ramai di TKP," kata kapolres.

Selanjutnya polisi bersama warga, melakukan pencarian dan berdasarkan adanya petunjuk sesama pelaku melalui handphone diketahui tempat dimana korban dibuang.

"Korban akhirnya ditemukan oleh personel Polsek Pujud sekira pukul 00.05 WIB, tepatnya pada Selasa (3/6/ 2025) dini hari, di dalam sebuah parit bekoan yang di atasnya ada dua buah balok kayu," kata kapolres.

Begitu kayu disingkirkan, kemudian polisi meraba ke dalam air parit bekoan ditemukan satu terpal warna biru, satu tas ransel warna hitam diduga milik korban. Selanjutnya ditemukan jenazah korban yang tenggelam.

Korban kemudian diangkat dimana didapati dalam kondisi korban dibungkus dalam karung goni warna putih. Korban dibawa ke Puskesman Tanjung Medan untuk dilakukan visum, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Pekanbaru untuk dilakukan otopsi.

Kapolres menambahkan, bahwa berdasarkan hasil interogasi terhadap peran diduga pelaku antara lain dimana tersangka AR alias Raju merupakan pelaku utama. Sebelum kejadian, sekitar pukul 04.00 WIB korban datang ke barak, tempat tinggal di kebun.

"Korban saat itu menggunakan sepeda motor, berhenti di depan pintu barak dan membangunkan pelaku dengan menuduh telah melakukan pencurian hewan ternak dan lain-lain dengan nada keras, sehingga terjadi cekcok," terang kapolres.

Karena korban saat itu sedang memegang senapan angin, lalu korban mengayunkan pangkal senapan angin ke arah pelaku. Saat itu pelaku sempat mengelak tetapi senapan angin tersebut meledak ke udara. Karena ujung senapan angin berada di atas, terang kapolres, pelaku langsung mengambil tojok besi yang berada dekat pelaku.

"Melihat pelaku mengambil tojok besi, korban berlari ke arah belakang barak sambil mengokang senapan angin sekitar lebih kurang berjarak 50 meter dari barak kebun," kata kapolres lagi.

Karena jarak pelaku dengan korban sudah dekat, pelaku langsung memukulkan ujung tojok besi yang tajam tersebut ke arah kepala korban, sehingga mengakibatkan kepala korban mengeluarkan darah dan saat itu korban memegang kepalanya yang berdarah dan mengatakan kepada pelaku "Kudalamkan kau ya".

Mendengar itu pelaku memukulkan tojok besi tersebut mengarah ke leher depan korban, sehingga korban terhuyung. Selanjutnya pelaku kembali memukulkan tojok besi ke arah leher belakang, sehingga korban jatuh tersungkur ke tanah. Selanjutnya pelaku mengambil sepeda motor korban yang berada di depan pintu barak.

Sementara begitu mendengar bunyi letusan senapan, diduga kedua pelaku lain datang menghampiri sumber suara. Pelaku As alias Rafi (anak pelaku) dan Ds alias DD (adik pelaku) langsung ke tempat korban yang tergeletak.

Anak pelaku sempat bertanya ada kejadian apa, yang dijawab pelaku untuk tidak usah ikut-ikutan. "Karena melihat korban tergelatak, keduanya meraba tubuh korban, dan saat itu pelaku langsung mengambil terval berwarna biru dan karung goni warna putih dibarak. Pelaku Raju kemudian membungkus korban menggunakan karung goni, sehingga menutupi bagian kepala sampai ke pinggang, dan mengajak pelaku yang lain untuk mengangkat korban ke sepeda motor korban," kata kapolres.

Merasa kasihan melihat pelaku Raju cukup kesulitan mengangkat tubuh korban, pelaku As alias Rafi memegang bagian kaki korban, dan Ds memegang bagian pinggang korban sementara Raju memang bagian kepala korban untuk diangkat ke motor.

Korban lantas didudukkan di motor, selanjutnya Raju membawa korban ke sebuah parit bekoan dan ditenggelamkan. Sementara dua pelaku lain, mengikuti dari belakang untuk bersama-sama menurunkan korban dan dibuang ke parit tersebut.

"Pelaku utama masuk ke parit dan kemudian menenggelamkan korban untuk menghilangkan jejak. Setelah selesai mereka kembali ke barak," kata kapolres. Ditambahkan pelaku utama ternyata merupakan residivis kasus pembunuhan dan telah bebas sekitar tiga tahun lalu.

Kapolres menegaskan atas perbuatan tersebut, tersangka akan dijerat Pasal 338 junto Pasal 354 ayat (2). Kedua pelaku sempat dihadirkan pada saat kegiatan press release pengungkapan kasus yang dilakukan Polres Rohil sementara pelaku Dd tidak dihadirkan karena pertimbangan pelaku merupakan anak-anak. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Hukrim, Rohil
wwwwww
www.amsi.or.id