Home > Berita > Umum

Momen Haru, Ibu Asal Riau Wakili Wisuda Anaknya di Unsyiah Aceh yang Tewas di Bekasi

<b>Momen Haru, Ibu Asal Riau Wakili Wisuda Anaknya di Unsyiah Aceh yang Tewas di Bekasi</b>

Perempuan paruh baya, Fitri Ermawati menggantikan anaknya saat prosesi wisuda Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (28/5/2025). (Dok. Istimewa)

Jum'at, 30 Mei 2025 12:17 WIB

BANDA ACEH, POTRETNEWS.com — Tangis Ny Fitri Ermawati pecah saat dirinya mewakili almarhum anaknya mengambil ijazah dalam acara wisuda Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (28/5/2025).

Anak Fitri, Jodi Ramadhansyah, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja sebelum sempat mengikuti wisuda.

Dalam suasana penuh duka, Fitri berdiri di antara 738 lulusan untuk menggantikan Jodi menerima ijazah Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK.

Fitri, perempuan paruh baya asal Riau, datang jauh-jauh ke Banda Aceh dengan perasaan yang campur aduk.

Ia tidak kuasa menahan air mata sejak menginjakkan kaki di Gedung AAC.

Wanita berjilbab itu memegang foto anaknya naik ke atas podium wisuda.

Dia mendekap foto anaknya yang diberi pigura berwarna putih.

Dia mengambil ijazah yang diberikan pihak rektorat.

Jodi meninggal setelah mengalami kecelakaan kerja saat mengikuti workshop di Tarumajaya, Bekasi, pada 25 Maret 2025.

Kisahnya meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga rekan-rekan kampusnya.

Adik Jodi, Dwi Fazri Syah, turut mengenang abangnya.

"Kecelakaan kerja ini mengakibatkan papa dan abang meninggal dunia. Cita-cita abang Jodi mau jadi pramugara," katanya penuh sedih seperti dilansir TribunBekasi.com.

Kisah Wisudawan Disabilitas Menginspirasi

Di tengah suasana haru, kisah inspiratif datang dari Tuanku Muhammad Farras, satu-satunya wisudawan disabilitas hari itu.

Farras meraih gelar A.Md Teknik Sipil dan hadir dengan kursi roda.

"Meskipun punya keterbatasan fisik, saya ingin bermanfaat untuk orang banyak. Selama ini saya dibantu banyak orang, sekarang giliran saya membantu," ujarnya.

Farras dikenal aktif mengajar siswa SD hingga SMP, juga menjadi guru ngaji untuk anak-anak PAUD. Ia menjalankan usaha kue dan berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, mengapresiasi semangat dan pencapaian seluruh lulusan, terutama wisudawan disabilitas.

"Pendidikan adalah hak segenap anak bangsa. USK berkomitmen menjadi kampus inklusif yang nyaman untuk semua," ucapnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id