Home > Berita > Umum

Penutupan Jembatan Sei Rokan di Ujungbatu Rohul Picu Kerusakan Jalan Mahato-Manggala, 25 Km Jalur Terdampak

Senin, 26 Mei 2025 07:50 WIB
bpenutupan-jembatan-sei-rokan-di-ujungbatu-rohul-picu-kerusakan-jalan-mahatomanggala-25-km-jalur

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Dampak dari penutupan total Jembatan Sei Rokan di Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, mulai terasa di ruas jalan provinsi lainnya.

Jalan Mahato-Manggala, yang kini menjadi jalur alternatif utama menuju Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengalami tekanan berat akibat lonjakan kendaraan besar, terutama truk Over Dimension Over Loading (ODOL).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah II Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Ardi Irfandi, mengungkapkan bahwa sejak penutupan jembatan pada 2 Mei 2025, jumlah kendaraan berat yang melintas di Jalan Mahato-Manggala meningkat drastis.

"Setiap harinya lebih dari 1.000 kendaraan berat, sebagian besar truk ODOL, melintasi jalur ini. Tekanan ini sangat memengaruhi kondisi jalan yang memang tidak dirancang untuk beban sebesar itu," ujar Ardi, seperti dilansir GoRiau.com Sabtu (25/5/2025).

Menurutnya, dari total panjang jalan Mahato-Manggala yang mencapai 80 kilometer, sekitar 25 kilometer telah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Ini berpotensi mengganggu arus logistik dan aktivitas masyarakat jika tidak segera ditangani.

Untuk mencegah kondisi memburuk, UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II telah menyiagakan alat berat dan material di beberapa titik rawan. Penanganan dilakukan secara cepat begitu kerusakan teridentifikasi, agar jalan tetap dapat difungsikan secara optimal.

"Kami berupaya menjaga agar jalan ini tetap fungsional sebagai penghubung penting antarwilayah, baik untuk distribusi barang maupun mobilitas masyarakat," jelas Ardi.

Namun, meningkatnya aktivitas kendaraan berat yang tidak sesuai spesifikasi jalan memunculkan pertanyaan akan ketahanan infrastruktur jalan provinsi yang tidak didesain untuk tekanan tinggi dalam waktu lama.

Ardi juga menegaskan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam pengawasan kendaraan ODOL.

"Kami harap instansi terkait dapat lebih ketat dalam mengawasi kendaraan yang melintasi jalur ini, karena daya dukung jalan ada batasnya," pungkasnya.

Situasi ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan jalur alternatif saat infrastruktur utama seperti jembatan ditutup. Penanganan cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar rantai logistik dan mobilitas warga tidak terganggu secara berkepanjangan. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Rohul
wwwwww
www.amsi.or.id