KEPULAUAN RIAU, POTRETNEWS.com — Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Singapura.
Secara administratif Provinsi Kepulauan Riau ini terdiri dari 5 kabupaten dan 2 kota dan memiliki luas wilayah yang sebagian besar merupakan lautan.
Berdiri sejak tahun 2002 dan menjadi provinsi ke-32 di Indonesia, Provinsi Kepulauan Riau ini ternyata tak lepas dari permasalahan kemiskinan.Dilansir dari laman kepri.bps.gp.id, pada tahun 2024 angka kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau ini sebesar 5,37% atau sekitar 138,30 ribu penduduk miskin.Dari besarnya angka persentase penduduk miskin yang berada di provinsi ini terdapat beberapa wilayah yang menjadi penyumbang terbesar yang kemudian dinobatkan sebagai kabupaten termiskin.
Menariknya salah satu kabupaten termiskin ternyata berada di jalur lalu lintas perdagangan dunia di Selat Malaka dan Singapura.Adapun kabupaten tersebut adalah Kabupaten Karimun.Kabupaten Karimun sendiri memiliki angka persentase kemiskinan sebesar 5,78% atau sekitar 13,99 ribu penduduk miskin.Dimana menjadikannya sebagai kabupaten termiskin ketiga di Provinsi Kepulauan Riau.Kabupaten Karimun ini merupakan wilayah dengan gugusan pulau yang terdiri dari pulau besar dan pulau kecil.
Dimana Kabupaten ini memiliki sebanyak 250 pulau dan sekitar 57 pulau saja yang telah berpenghuni.Seperti dilansir
AyoBandung.com, Adapun pusat permukiman dan perekonomian kabupaten ini berada di Pulau Karimun dan Pulau Kundur.Menjadi Kabupaten termiskin ketiga di Kepulauan Riau, Kabupaten yang memiliki julukan Bumi Berazam ini menjadi salah satu wilayah yang sangat strategis.Berada di jalur lalu lintas perdagangan dunia, Kabupaten Karimun ini diapit oleh tiga negara sehingga mempengaruhi pesatnya perkembangan kabupaten.Tak hanya itu, kabupaten ini juga menyandang status Free Trade Zone (FTZ) yang berpengaruh pada kegiatan perekonomian.Selain itu, Kabupaten Karimun juga memiliki potensi alam yang dan wisata yang indah. ***
Editor:Roy Pribadi