Pria Warga Rengat Riau Dibacok di Hari Pernikahannya di Palembang

Senin, 12 Mei 2025 01:15 WIB
bpria-warga-rengat-riau-dibacok-di-hari-pernikahannya-di-palembangbKorban mendapat perawatan intensif di rumah sakit. (F-sumeks.co)

PALEMBANG, POTRETNEWS.com — Anggota Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang bersama anggota Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan olah TKP peristiwa pengeroyokan terhadap calon pengantin di Jalan Panca Usaha Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Ahad (11/5/2025).

Informasi yang berhasil dihimpun, korban mempelai pria saat ini dirujuk ke RSMH Palembang setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Bari Palembang, Ahad (11/5) malam kira-kira pukul 19.00 WIB.

Kapolsek SU I Palembang, AKP Heri membernarkan kejadian tersebut dan pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi termasuk korban mempelai pria.

Peristiwa ini bermula pada Minggu 11 Mei 2025, sekira pukul 09.00 WIB saat mobil pengantin tiba di kediaman mempelai wanita.

Ia mengaku warga memang sempat mendengar suara teriakan dan ditemukan satu proyektil bekas peluru yang ditembakkan pelaku.

Sedangkan mobil yang dikendarai terduga para pelaku ini ditinggal dipinggir jalan tak jauh dari lokasi.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap diduga kendaraan yang digunakan para pelaku ditemukan dua senjata tajam jenis golok serta dua unit HP dan surat kendaraan," ungkap AKP Heri, seperti dilansir sumeks.co Ahad.

Kini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku yang telah diidentifikasi identitas dari empat terduga pelaku pengeroyokan terhadap calon pengantin.

"Mobil Jenis Toyota Calya warna coklat abu-abu nomor polisi B 2893 UIN diduga digunakan para pelaku ini sudah kita amankan," jelasnya.

Korban mempelai pria bernama, Ahmad Handa (30) yang tercatat sebagai warga Sungairaya, Rengat, Indragiri Hulu Provinsi Riau.

Berdasarkan keterangan ibu korban, Ningcik warga Jalan Semeru Kelurahan Tuankentang Kecamatan Jakabaring Palembang tak kuasa menahan kesedihan atas apa yang dialami anaknya.

"Kami kaget, saya tidak tahu mereka dan apa tujuannya. Tiba-tiba saja kami turun mobil langsung diserang," ujar Ningcik dengan nada cemas usai membuat Laporan Polisi di SPKT Polrestabes Palembang, Ahad (11/5/2025).

Ahmad Anda (30 tahun) calon pengantin pria di Palembang yang dibacok di hari pernikahannya mengaku mengenali salah seorang pelaku.

Menurut Ahmad, salah satu pelaku memiliki dendam lama kepadanya karena Ahmad disebut sebagai cepu alias orang yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Bahkan pengakuan Ahmad, ia pernah menusuk salah seorang pelaku yang memegang senpi, yakni JN alias Ian, lantaran ia pernah diteriaki maling.

Salah satu pelaku, kata Ahmad diduga memiliki dendam dengannya lantaran pelaku merasa dicepui oleh korban.

"Saya dituduh cepu. Jadi, kami pernah ribut diatas Jembatan Kertapati. Saya diteriakinya maling, terus saya lari dia lari. Lalu, saya tunggu dia sedang sendirian, Tahun 2019 pelaku pernah saya tujah. Ini dia balas dendam," ujarnya.

Dari itulah, pelaku yang merasa dendam akhirnya melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadapnya.

"Mungkin dia nunggu saya lengah karena ini mau nikah dan tidak bawa apa-apa, makanya dia balas dendam ke saya,"

Dari itulah, pelaku yang merasa dendam akhirnya melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadapnya.

"Mungkin dia nunggu saya lengah karena ini mau nikah dan tidak bawa apa-apa, makanya dia balas dendam ke saya,"

Momen di hari pernikahannya, pelaku melakukan pengeroyokan terhadap dirinya dengan membawa sejumlah orang.

"Tiga orang mengejar saya pakai sangkut. Satu pakai Pistol (Senpi) dan menahan mobil dari belakang," ungkap Korban Ahmad, Minggu 11 Mei 2025.

Saat turun dari mobil, ia langsung dihampiri para pelaku dan dikejar-kejar oleh tiga orang.

Ahmad kabur untuk menyelamatkan diri dengan masuk ke salah satu rumah warga dalam kondisi tangan serta muka berdarah.

"Awalnya sempat dikira saya dikejar polisi karena ada suara tembak-tembakan, setelah saya masuk rumah warga pelaku berhenti mengejar lalu saya dibawa ke rumah sakit," jelas dia. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id