Nikmatnya Ikan Kopiek Tak Bertulang, Kuliner Khas Kampar
![]() |
Ikan Kopiek Tak Bertulang, Kuliner Khas Kampar (Foto : Herlina Basri) |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sungai Kampar tidak hanya kaya akan sumber daya alam, namun juga menyimpan kekayaan kuliner yang unik, yakni ikan kopiek. Ikan air tawar ini meski berukuran kecil, tapi memiliki cita rasa yang sangat khas dan menjadi primadona bagi pencinta kuliner lokal.
Bagi pecinta kuliner, nama ikan bakar kopiek ndak batulang pasti sudah tidak asing lagi. Hidangan khas Kampar ini menawarkan sensasi makan ikan tanpa harus khawatir tertusuk duri. Proses pengolahan ikan kopiek yang unik membuat semua durinya bisa dihilangkan, sehingga dagingnya bisa dinikmati dengan leluasa. Ditambah dengan bumbu bakar yang meresap hingga ke dalam daging, membuat ikan bakar kopiek menjadi hidangan yang sangat menggugah selera."Rahasia kelezatan ikan bakar kopiek ndak batulang ini terletak pada pemilihan ikannya, harus segar dan proses pembakaran yang tepat. Ikan kopiek yang diolah menjadi “ndak batulang” (tidak bertulang) ini menjadi sajian istimewa. Proses pengolahannya yang rumit dan membutuhkan keahlian khusus membuat ikan kopiek ndak batulang menjadi hidangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Tekstur dagingnya yang lembut berpadu sempurna dengan bumbu-bumbu khas inilah yang menghasilkan cita rasa yang menggugah selera," ujar Pak Abdul, pemilik warung makan yang terkenal dengan menu ikan bakar kopiek di Pulau Jambu, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, seperti dilansir rri.co.id Selasa (14/1/25)."Memasak ikan kapiek bakar harus diiris-iris dagingnya menggunakan pisau sebelum dibakar. Nanti tulangnya akan hancur setelah dibakar sekitar 10 menit pakai bara kayu bakar. Bukan tidak bertulang, tetapi hancur saat dibakar,” tambah Abdul.Ikan kapiek merupakan ikan endemik asli Sungai Kampar. Uniknya ikan ini tidak hidup di sepanjang aliran Sungai Kampar, melainkan hanya bisa ditemukan di daerah Kuok dan daerah PLTA XIII Koto Kampar. Dulunya, ikan ini merupakan suguhan untuk para petinggi di Kerajaan Kampar. Jadi ikan ini sudah lama menjadi makanan tradisional khas masyarakat Kabupaten Kampar.Roy Pribadi

























