Mengaku Terinspirasi, Gubernur Riau Abdul Wahid ke Yogyakarta Temui Mahyudin Al Mudra, sang Pemilik Museum Budaya Melayu yang Jadi Rujukan Dunia

<b>Mengaku Terinspirasi, Gubernur Riau Abdul Wahid ke Yogyakarta Temui Mahyudin Al Mudra, sang Pemilik Museum Budaya Melayu yang Jadi Rujukan Dunia</b>
Minggu, 04 Mei 2025 13:11 WIB

YOGYAKARTA, POTRETNEWS.com — Gubernur Riau Abdul Wahid, mematangkan rencana pembangunan Islamic Center yang akan terintegrasi dengan pusat kebudayaan Melayu.

Hal ini terungkap saat ia mengunjungi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) di Yogyakarta, Sabtu (3/5/2025), dan berdiskusi langsung dengan Mahyudin Al Mudra, tokoh Riau yang telah puluhan tahun mengembangkan kajian budaya Melayu.

Mahyudin menjelaskan, BKPBM telah berdiri selama lebih dari dua dekade dan fokus menerbitkan buku serta mengoleksi manuskrip dan artefak peradaban Melayu dari berbagai negara serumpun.

"Lembaga ini sudah berdiri 20 tahun lebih, Pak Gub. Selama itu pula saya dedikasikan hidup untuk mengembangkan budaya Melayu. Banyak buku sudah kami terbitkan, dan kami menjalin kerja sama dengan berbagai kampus, baik dalam maupun luar negeri," jelas Mahyudin seperti dilansir GoRiau.com.

Ia menekankan bahwa kebudayaan Melayu harus ditransformasikan ke dalam nilai-nilai kehidupan yang relevan dan bernilai ekonomi.

"Kebudayaan Melayu tidak hanya harus hidup secara filosofis, tapi juga harus bernilai ekonomis, seperti melalui industri pariwisata, destinasi budaya, ukiran, kuliner, dan lainnya," tambah Mahyudin.

Abdul Wahid mengaku terinspirasi dengan dedikasi dan koleksi budaya yang ditampilkan Mahyudin. Ia menyatakan keinginannya membangun museum peradaban Melayu sebagai bagian dari Islamic Center yang tengah dirancang.

"Saya sungguh kagum dan terkesan dengan dedikasi Bang Mahyudin. Ini sangat menginspirasi, apalagi untuk rencana pembangunan Islamic Center yang akan kami integrasikan dengan pusat kebudayaan Melayu," ungkapnya.

Ia memaparkan rencana pembangunan museum yang tidak hanya statis, tetapi futuristik dan menyentuh nilai-nilai ajaran serta kekhasan budaya Melayu.

"Museum ini harus hidup, futuristik, lengkap, dan menjadi rujukan dunia tentang kebudayaan Melayu. Tidak hanya menyajikan nilai ajarannya, tetapi juga keunikannya," urainya.

Gubernur Riau juga mengungkapkan pentingnya menjadikan budaya Melayu sebagai kekuatan ekonomi.

"Saya sangat setuju kebudayaan harus ditransformasi dalam konteks kekinian. Ini penting agar bisa dipelajari generasi kita, menjadi kebanggaan, dan masuk ke sektor industri," sambungnya.

Turut hadir dalam kunjungan itu, mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut. Ia mengingatkan tentang Perda Visi Riau 2020 yang sudah menempatkan Riau sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

"Di era saya, sudah ada Perda tentang Visi Riau 2020. Salah satunya menjadikan Riau pusat kebudayaan Melayu. Ini harus kita lanjutkan, termasuk membangun menara bahasa, sebab bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu," harap Rusli, yang akrab disapa RZ.

Menutup pertemuan, Abdul Wahid menyampaikan rencananya menggelar konferensi rumpun Melayu setiap peringatan hari jadi Provinsi Riau.

"Setiap ulang tahun Provinsi Riau, saya berencana mengundang seluruh kesultanan dan rumpun Melayu. Kita semarakkan semangat Melayu sebagai bangsa yang kaya peradaban. Karena itu, tagar kita adalah Riau Rumah Rumpun Melayu, Merawat Tuah Menjaga Marwah," tutup Wahid. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Pemerintahan
wwwwww
www.amsi.or.id