PELALAWAN, POTRETNEWS.com — Kabupaten Pelalawan Riau telah mempersiapkan diri dalam menghadapi musim kemarau yang dimulai awal bulan Mei ini.Kemarau dikhawatirkan menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Seluruh elemen telah menetapkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla, sejak penetapan status siaga darurat karhutla 21 April lalu.
Melalui rapat koordinasi seluruh instansi dan institusi serta perusahaan swasta, komitmen mengantisipasi bencana karhutla telah disepakati.Mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Polri, TNI, semua perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api. Bahkan apel gabungan kesiapsiagaan personel dan peralatan telah dilakukan di Mapolres Pelalawan pada Rabu (30/4/2025) lalu.
Sebagai bukti keseriusan mengahadapi bencana Karhutla akibat musim panas yang diprediksi lebih ekstrem dibandingkan tahun lalu."Setelah Apel Karhutla tingkat nasional di Pekanbaru, langsung diikuti Apel Kesiapsiagaan di Pelalawan kemarin. Semua pihak terlibat mencegah dan menangani karhutla," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, Kamis (1/5/2025), dilansir
tribunpekanbaru.com.Dalam waktu dekat, lanjut Zulfan, pihaknya akan kembali mengundang seluruh perusahaan dan instansi terkait dalam pembagian rayonisasi penanggung karhutla.Setiap kecamatan ada akan tim gabungan dari semua elemen yang melakukan pencegahan dan mengantisipasi titik api serta menangani apabila muncul karhutla. "Kondisi minim air saat pemadaman api pada musim kemarau juga sudah diantisipasi. Semua embung perusahaan harus diisi kembali dan kalau boleh ditambah," papar Zulfan.
Berkaca dari kasus karhutla yang terjadi sejak tahun 2024 lalu, terjadi kebakaran yang cukup luas.Dari data yang dimiliki BPBD Pelalawan seluas 548 hektar lahan hangus terbakar sejak tahun 2024 sampai 2025.Dengan pembagian 532,2 hektar yang habis dilalap api tahun lalu dan tahun ini masih 16,5 hektar. Ada 4 kecamatan penyumbang terbesar lahan yang hangus akibat karhutla dalam dua tahun ini, dengan rincian; Kecamatan Kerumutan 120 hektar, Telukmeranti 118,5 hektar, Langgam 103 hektar, dan Ukui 106 hektar.Hanya Pangkalanlesung yang nihil titik api atau kasus Karhutla sejak tahun lalu sampai saat ini. ***
Editor:Roy Pribadi