Keributan di Depan Markas Polsek di Kota Pekanbaru Ternyata Perselisihan Antara Dua Kelompok Debt Collector
Polda Riau menggelar konferensi pers terkait aksi pengeroyokan dan pengrusakan mobil di depan Markas Polsek Bukitraya, Kota Pekanbaru yang melibatkan kelompok dekt collector.PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Keributan yang terjadi di depan markas Kepolisian Sektor (Polsek) Bukitraya, Kota Pekanbaru, ternyata perselisihan antara dua kelompok debt collector (penagih utang). Korban dan pelaku pengeroyokan hendak menarik kendaraan yang sama.
Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal (Irjen) Herry Heryawan melalui Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Komisaris Besar (Kombes) Asep Dermawan kepada wartawan, Rabu (23/04/25). "Jumat, 18 April 2025, sekira jam 21.00 WIB, terjadi perselisihan antara dua kelompok debt-collector yang berbeda karena mau lakukan penarikan terhadap satu unit kendaraan konsumen yang sama di sekitar Hotel Furaya, Pekanbaru. Namun tidak terjadi penarikan mobil milik konsumen," kata Kombes Asep Dermawan, dilansir detik.com.Disebutkan, keributan antara dua kelompok debt collector yang terjadi di depan hotel tersebut dapat dibubarkan oleh anggota Polri. Setelah itu, kedua kelompok debt-collector itu berkomunikasi dengan pimpinan masing-masing.Setelah itu, sambung Kombes Asep Dermawan, kedua kelompok debt-collector tersebut bertemu di Jalan Parit Indah. Nah, sewaktu bertemu, terjadilah keributan. Salah satu kelompok merusak mobil yang ditumpangi pihak debt-collector lain."Pada saat tiba di lokasi pertemuan tersebut, terjadi perusakan mobil oleh kelompok debt-collector DC Fighter terhadap mobil yang digunakan debt-collector Pejuang Barcode," kata Kombes Asep Dermawan.Muhammad Amin Nasution
























