Keributan di Depan Markas Polsek di Kota Pekanbaru Ternyata Perselisihan Antara Dua Kelompok Debt Collector

Rabu, 23 April 2025 21:04 WIB
bkeributan-di-depan-markas-polsek-di-kota-pekanbaru-ternyata-perselisihan-antara-dua-kelompok-idebtPolda Riau menggelar konferensi pers terkait aksi pengeroyokan dan pengrusakan mobil di depan Markas Polsek Bukitraya, Kota Pekanbaru yang melibatkan kelompok dekt collector.

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Keributan yang terjadi di depan markas Kepolisian Sektor (Polsek) Bukitraya, Kota Pekanbaru, ternyata perselisihan antara dua kelompok debt collector (penagih utang). Korban dan pelaku pengeroyokan hendak menarik kendaraan yang sama.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal (Irjen) Herry Heryawan melalui Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Komisaris Besar (Kombes) Asep Dermawan kepada wartawan, Rabu (23/04/25). "Jumat, 18 April 2025, sekira jam 21.00 WIB, terjadi perselisihan antara dua kelompok debt-collector yang berbeda karena mau lakukan penarikan terhadap satu unit kendaraan konsumen yang sama di sekitar Hotel Furaya, Pekanbaru. Namun tidak terjadi penarikan mobil milik konsumen," kata Kombes Asep Dermawan, dilansir detik.com.

Disebutkan, keributan antara dua kelompok debt collector yang terjadi di depan hotel tersebut dapat dibubarkan oleh anggota Polri. Setelah itu, kedua kelompok debt-collector itu berkomunikasi dengan pimpinan masing-masing.

Setelah itu, sambung Kombes Asep Dermawan, kedua kelompok debt-collector tersebut bertemu di Jalan Parit Indah. Nah, sewaktu bertemu, terjadilah keributan. Salah satu kelompok merusak mobil yang ditumpangi pihak debt-collector lain.

"Pada saat tiba di lokasi pertemuan tersebut, terjadi perusakan mobil oleh kelompok debt-collector DC Fighter terhadap mobil yang digunakan debt-collector Pejuang Barcode," kata Kombes Asep Dermawan.

Berikutnya, kata Kombes Asep Dermawan, debt-collector Pejuang Barcode yang saat itu bersama istrinya di dalam mobil, berusaha kabur melarikan diri dengan gunakan mobil. Kemudian dikejar oleh kelompok debt collector Fighter dan diteriaki 'maling... rampok'.

Lebih lanjut Kombes Asep Dermawan menjelaskan, pihak korban kemudian menyelamatkan diri menuju Polsek Bukitraya dan dikejar oleh kelompok pelaku. Nah, saat itulah terjadi pengeroyokan bersama-sama di depan Polsek Bukitraya seperti yang beredar di media sosial.

"Debt collector Pejuang Barcode lari menuju Polsek Bukitraya, dan tetap dikejar oleh kelompok debt-collector Fighter.

Aksi pengrusakan sendiri dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok debt-collector Fighter terhadap mobil yang digunakan oleh debt collector Pejuang Barcode.

"Di dalam mobil tersebut debt collector Pejuang Barcode bersama istrinya," kata Kombes Asep Dermawan.

Kombes Asep Dermawan juga menjelaskan bahwa mobil yang digunakan oleh korban bersama istrinya merupakan mobil hasil penarikan dari konsumen leasing.

"Mobil yang digunakan oleh debt collector Pejuang Barcode (Nofriadi alias Didi, red) sedang bersama istrinya yang bernama Ramadhani Putri, diduga adalah mobil hasil tarikan dari konsumen leasing," kata Kombes Asep Dermawan.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Hukrim, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id