Sebanyak 800 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Mengamankan Sekaligus Terlibat Langsung dalam Jambore Karhutla 2025

Selasa, 22 April 2025 21:54 WIB
bsebanyak-800-personel-gabungan-dikerahkan-untuk-mengamankan-sekaligus-terlibat-langsung-dalamKapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat mengecek peralatan untuk kesiapsiagaan menghadapi karhutla yang dipamerkan di markas Brimoda Riau.

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sebanyak 800 personel tim gabungan dikerahkan untuk mengamankan sekaligus ikut terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan Jambore Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) 2025 di Riau.

Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal (Irjen) Herry Heryawan saat Apel Kesiapan Jambore Karhutla 2025 di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Selasa (22/04/25) pagi. "Untuk kesiapan pasukan, tentunya dari Polri dan TNI sudah siap untuk mengamankan kegiatan, termasuk juga ikut bermalam bersama peserta. Persiapan dari TNI/Polri sekitar 800-an akan kita kerahkan. Dimulai dari kedatangan mereka sampai tiga hari selesai kegiatan," kata Irjen Herry Heryawan.

Menurut Kapolda Riau, seluruh personel gabungan ikut serta secara penuh dalam kegiatan tersebut. Termasuk dalam aktivitas non-formal, seperti bermalam bersama peserta.

Keikutsertaan secara penuh, sebut Kapolda Riau, itu adalah bentuk komitmen dalam membangun kebersamaan dan kedekatan bersama masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi peserta Jambore Karhutla 2025.

Disampaikan, sesuai instruksi Gubernur Riau, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terutama Bupati, Walikota dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) berserta seluruh Komandan Distrik Militer (Dandim) di Provinsi Riau diharap hadir dan ikut serta bermalam dalam rangkaian Jambore Karhutla 2025.

"Nah, ini untuk menumbuhkan sikap kebersamaan kita, menumbuhkan solidaritas kita. Kita sudah harus siap dan kita sudah siap semuanya untuk menghadapi Karhutla ke depan," kata Irjen Herry Heryawan.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Kapolda Riau, musim kemarau diperkirakan akan datang lebih awal, yakni pada bulan Juni atau Juli. Karena itu, imbuhnya, semua pihak dituntut untuk meningkatkan kesiagaan lebih dini dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Memang dari BMKG, bulan Juni atau Juli itu kan akan maju kemarau panjang. Melalui ini, biar kita bisa semua siap, pak Gubernur juga sudah menetapkan status siaga," kata Irjen Herry Heryawan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau, juga menyebutkan bahwa setelah kegiatan Jambore Karhutla 2025 usai, maka jajaran terkait akan langsung melakukan pengecekan ke lapangan.

Di antaranya, mengecek embung-embung, kanal-kanal yang sudah disiapkan, dan mengecek kesiapan sarana, serta lainnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id