Wakil Bupati Bengkalis Secara Resmi Buka Festival Lampu Colok yang Diikuti 27 Peserta

<b>Wakil Bupati Bengkalis Secara Resmi Buka Festival Lampu Colok yang Diikuti 27 Peserta</b>

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso memasang lampu colok tanda resminya dibuka Festival Lampu Colok Kabupaten Bengkalis tahun 2025

Kamis, 27 Maret 2025 05:41 WIB

BENGKALIS, POTRETNEWS.com - Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, secara resmi membuka Festival Lampu Colok Kabupaten Bengkalis, pada Rabu (26/3/25) malam.

Festival yang dipusatkan di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis itu diikuti 27 peserta. Yakni dari Kecamatan Bengkalis sebanyak 12 peserta, Kecamatan Bantan sebanyak 3 peserta, Kecamatan Bukit Batu sebanyak 2 peserta, Kecamatan Siak Kecil sebanyak 4 peserta, Kecamatan Rupat sebanyak 3 peserta dan Kecamatan Bathin Solapan sebanyak 1 peserta.

Pembukaan festival ditandai dengan pemasangan lampu colok secara simbolis oleh Wakil Bupati didampingi tamu kehormatan lainnya.

"Kami menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa berkomitmen tinggi untuk terus melestarikan kearifan lokal lampu colok yang kita laksanakan setiap tahun sempena menyambut datangnya Idul Fitri," kata Bagus Santoso dalam sambutannya.

Menurutnya, keberadaan budaya lampu colok ini memang harus terus dilestarikan. Apa lagi saat ini lampu colok sudah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda.

Selain itu, lanjut Wakil Bupati, Festival Lampu Colok juga dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk syiar. Karena ada banyak hikmah maupun tunjuk ajar kehidupan yang dapat dipetik dari penyelenggaraan festival budaya ini.

"Salah satu di antaranya adalah menumbuhkan serta mempererat semangat persaudaraan, kekompakan, kepedulian, serta gotong royong di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda kita," kata Bagus Santoso.

“Dengan kebersamaan semuanya bisa kita lakukan, termasuk dengan kebersamaan kita untuk membangun Kabupaten Bengkalis tercinta ini menjadi daerah yang bermarwah, maju dan sejahtera serta unggul di Indonesia,” sambung Bagus Santoso.

Menurut Wakil Bupati, semangat masyarakat dan pemuda untuk kembali mengangkat budaya lampu colok ini kepermukaan tentunya perlu didukung dan diapresiasi bersama-sama. Sehingga khazanah ini tidak hilang di telan zaman.

“Ini menjadi tugas kita bersama seluruh elemen yang ada di daerah ini, untuk terus melestarikan serta menghidupkan tradisi budaya lokal zaman-berzaman ini, agar kearifan lokal yang memiliki kekhasan dan keunikan ini, dapat membuat warga Kabupaten Bengkalis yang saat ini berada di perantauan, rindu untuk pulang berhari raya di kampung halamannya, serta dapat menarik kunjungan wisatawan,” kata Bagus Santoso.

Terakhir dia berharao semoga Festival Lampu Colok di Negeri Junjungan ini menjadi kalender wisata religi baru di tingkat Provinsi Riau, atau bahkan di tingkat Nasional.

Seperti diketahui, Festival Lampu Colok merupakan salah satu tradisi yang selalu digelar di tiga malam sebelum berakhirnya bulan Ramadan atau dikenal dengan malam 27 Ramadan atau malam pitulikur. Kegiatan ini ditaja oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

wwwwww
www.amsi.or.id