Home > Berita > Umum

Polda Riau Langsungkan Upacara Pemberian Reward dan PTDH

<b>Polda Riau Langsungkan Upacara Pemberian Reward dan PTDH</b>

Polda Riau melangsungkan upacara pemberian penghargaan atau reward dan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap personel yang digelar di halaman markas Polda Riau

Rabu, 26 Maret 2025 22:02 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau melangsungkan upacara pemberian reward (penghargaan), dan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap personel dilakukan di maskas kepolisian tersebut di jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Rabu (26/3/25).

Tiga personel Polda Riau yang mendapat penghargaan adalah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bobby Putra Ramadhan Sebayang, AKBP Edi Munawar dan Komisaris Polisi (Kompol) Ryan Fajri. Sementara personel yang menjalani PTDH adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda) Yogi Putra Nanda.

Tiga personel yang mendapat penghargaan itu bertugas di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau. Mereka diberi penghargaan karena berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika dalam skala besar.

Dalam upcara tersebut, Kepala Polda (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal (Irjen) Herry Heryawan menyampaikan tentang pentingnya loyalitas dan kinerja setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menurut Kapolda Riau, loyalitas seorang anggota Polri tercermin dalam pelaksanaan perintah atasan yang benar, tidak menjelek-jelekkan atasan, dan tidak menyebarkan kejelekan atasan.

"Loyalitas itu seperti yang sering saya sampaikan, ada tiga. Yang pertama, melaksanakan perintah atasan atau pimpinan, sepanjang perintah itu benar. Yang kedua, tidak menjelek-jelekan atasan atau pimpinan. Yang ketiga, jangan sering menyampaikan kejelekan atasan kita," kata Irjen Herry Heryawan.

Disebutkan, dalam konteks organisasi saat personel kepolisian berbicara, tentang leadership, kepemimpinan, dimana pun ilmu-ilmu yang diajarkan tentang kepimpinan, maka personel bisa belajar mendapatkan ilmu itu dengan berbagai macam pendekatannya.

"Ada dua unsur yang menguatkan pimpinan. Itu bisa menilai kepada orang yang dipimpinnya, atau anak buahnya. Yang pertama, loyalitas, yang kedua, tentang kinerja. Kinerja ini bagaimana penguasaan teknis hal-hal yang menjadi bidang tugasnya, ini semuanya dibungkus dalam satu rumah-rumah pelayanan. Memberikan semua pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di Bumi Lancang Kuning (Provinsi Riau, red) ini," kata Irjen Herry Heryawan.

Soal PTDH, Kapolda Riau menyebutkan bahwa itu sudah melalui mekanisme sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Kata Kapolda Riau, menjadi seorang polisi, harusnya paham setelah dilantik menjadi anggota kepolisian setelah disumpah menjadi anggota Polri.

"Coba lihat kita yang bekerja apalagi fungsi operasional yang bekerja di lapangan, sudah tidak pulang meninggalkan keluarga nyawa taruhannya, tidur kadang tidak bisa nyenyak. Pulang pagi bahkan tadi yang beroperasi sampai sudah lupa baris," kata Irjen Herry Heryawan.

Pada kesempatan itu Kapolda Riau berharap ke depan tidak boleh ada lagi personel Polda Riau yang di-PTDH. Sebab betapa sulitnya masuk polisi apalagi jika sebagai tulang punggung keluarga.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id