Sebanyak 711 Jiwa Mengungsi akibat Banjir dan Tanah Longsor Melanda Kota Padangsidimpuan

Minggu, 16 Maret 2025 20:52 WIB
bsebanyak-711-jiwa-mengungsi-akibat-banjir-dan-tanah-longsor-melanda-kota-padangsidimpuanbAkibat banjir dan tanah longsor melanda Kota Padangsidimpuan, setidaknya ada 711 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami rumah.

MEDAN, POTRETNEWS.com — Sebanyak 711 jiwa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor melanda Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut) pada Kamis (13/3/25) malam lalu. Demikian data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumut pada Ahad (16/3/2025).

Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, sebanyak 711 jiwa yang mengungsi tersebut berasal dari dua kecamatan. Yakni Padangsidimpuan Utara sebanyak 241 jiwa, danPadangsidimpuan Selatan sebanyak 470 jiwa.

Disebutkan, banjir dan tanah longsor itu juga mengakibatkan 2.966 jiwa terdampak yang berasal dari tiga kecamatan. Yakni, Padangsidimpuan Utara sebanyak 260 jiwa, Padangsidimpuan Selatan sebanyak 2.519 jiwa, dan Padangsidimpuan Tenggara sebanyak 187 jiwa.

Pusdalops PB Sumut juga mencatat satu jiwa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dua jiwa masih dinyatakan hilang akibat peristiwa tersebut.

Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan data tersebut merupakan data sementara yang masuk dari Pusdaslops PB Sumut.

Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan BPBD setempat telah melakukan upaya penanganan yang melibatkan pemangku kebijakan terkait.

"Pihak terkait telah melakukan penilaian awal kejadian bencana di lokasi bencana, melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan melakukan operasi SAR terhadap korban yang hilang," kata dia, dilansir antaranews.com.

Selain itu, dia menambahkan, pihak terkait juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar terhadap masyarakat terdampak bencana, melakukan perencanaan, penentuan rencana operasi, dan evaluasi penanganan darurat, serta mendirikan posko.

Pihaknya juga melakukan pendampingan sistem komando penanganan darurat bencana dan keposkoan dan menurunkan sumber daya manusia di lokasi bencana.

"Berdasarkan laporan, ketinggian air sudah menurun drastis di enam kecamatan dan masyarakat didukung oleh pemerintah daerah dan sukarelawan melakukan pembersihan material akibat banjir," ujarnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id