Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Padangsidimpuan, Sebanyak 495 Rumah Warga Rusak

Minggu, 16 Maret 2025 20:23 WIB
bakibat-banjir-dan-tanah-longsor-di-padangsidimpuan-sebanyak-495-rumah-warga-rusakbMusibah banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Padangsidimpuan telah mengakibatkan 495 rumah warga rusak.

MEDAN, POTRETNEWS.com - Akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut) pada Kamis (13/3/25) malam lalu, setidaknya 495 rumah mengalami kerusakan.

Demikian data yang tercatat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) di Kota Medan, pada Minggu (16/3/25). Berdasarkan laporan yang diterima, rumah yang rusak berat sebanyak 164 unit atau lebih banyak dari rusak sedang yang tercatat 103 unit. Sedangkan rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 228 rumah.

Selain itu banjir dan tanah longsor yang melanda enam kecamatan dan puluhan kelurahan maupun desa ini juga mengakibatkan satu sekolah rusak sedang dan rusak ringan serta rumah ibadah satu rusak sedang dan juga satu rusak ringan.

Adapun enam kecamatan yang terlanda bencana tersebut yakni Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan Angkola Julu, Padangsidimpuan Tenggara, dan Hutaimbru.

Sedangkan kelurahan atau desa yang terdampak yakni Kelurahan Sadabuan, Kelurahan Tobat, dan Kelurahan Kantin di Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Lalu Kelurahan Ujung Padang, Kelurahan Aek Tampang, Kelurahan Losung, Kelurahan Sitamiang Baru di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, kemudian Gang OtoaYana, Gang Salak Permai, Gang Tanggal, Gang Libers - Kawasan Hapinis Kelurahan Batunadua Julu di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

Selanjutnya Desa Rimba Soping, Desa Simatorkis di Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, serta Desa Pulo Bauk dan Desa Huta Lombang di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, data tersebut merupakan data sementara yang masuk dari Pusdaslops PB Sumut.

Yuyun sapaan akrabnya mengatakan BPBD setempat telah melakukan upaya penanganan yang melibatkan pemangku kebijakan terkait.

"Pihak terkait telah melakukan penilaian awal kejadian bencana di lokasi bencana, melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan melakukan operasi SAR terhadap korban yang hilang," kata dia, dilansir antaranews.com.

Selain itu dia menambahkan pihak terkait juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar terhadap masyarakat terdampak bencana, melakukan perencanaan, penentuan rencana operasi, dan evaluasi penanganan darurat, serta mendirikan posko.

Pihaknya juga melakukan pendampingan sistem komando penanganan darurat bencana dan keposkoan dan menurunkan sumber daya manusia di lokasi bencana.

"Berdasarkan laporan, ketinggian air sudah menurun drastis di enam kecamatan dan masyarakat didukung oleh pemerintah daerah dan relawan melakukan pembersihan material akibat banjir," ujarnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id