Akibat Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar 24 Sekolah di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Terpaksa Diliburkan

Selasa, 11 Maret 2025 21:58 WIB
bakibat-banjir-aktivitas-belajar-mengajar-24-sekolah-di-kabupaten-pelalawan-provinsi-riau-terpaksaAktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah terpaksa diliburkan karena banjir

PELALAWAN, POTRETNEWS.com — Akibat banjir, aktivitas belajar mengajar 24 sekolah di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau terpaksa diliburkan. Puluhan sekolah itu berada di lima kecamatan yakni Pangkalan Kerinci, Langgam, Pelalawan, Ukui, dan Teluk Meranti.

Seperti diketahui, banjir melanda wilayah Kabupaten Pelalawan disebabkan meluapnya air sungai Kampar. Luapan air tak hanya menggenangi pekarangan sekolah, tapi juga masuk ke ruang kelas.

"Karena banjir, sekolah-sekolah di bantaran Sungai Kampar sudah diliburkan. Aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo, Selasa (11/3/25).

Leo Nardo menyampaikan, sejumlah sekolah yang terdampak banjir terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Di antara sekolah yang terdampak banjir, imbuh Leo Nardo, yaitu SDN 004 Muaro Sako di Langgam, SMPN 1 Ukui, serta sejumlah sekolah di Pangkalan Kerinci, seperti TK dan SDN 001 di Rantau Baru, serta TK dan SDN 002 di Kuala Terusan. Di Kecamatan Teluk Meranti, SDN 011 di Kuala Panduk juga diliburkan akibat banjir.

Diakuinya, Kecamatan Pelalawan menjadi yang paling parah terdampak banjir. Di kecamatan tersebut ada 17 sekolah di sejumlah desa harus diliburkan.

Beberapa di antaranya adalah 2 SD dan 1 TK di Desa Sering, serta 1 TK, 2 SD, dan 2 SMP di Kelurahan Pelalawan.

Leo Nardo mengungkapkan, walaupun aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan, pihaknya tetap mengimbau agar kegiatan belajar tetap berjalan. Terutama dengan memanfaatkan sistem daring bagi daerah yang memiliki akses internet dan listrik yang tidak terhambat oleh banjir.

Dalam kesempatan ini dia menekankan pentingnya menyesuaikan kurikulum pembelajaran agar siswa tetap bisa mengejar ketertinggalan. Terutama untuk siswa kelas VI yang akan menghadapi ujian akhir sekolah dan bagi siswa kelas I hingga V yang dalam waktu dekat akan mengikuti ujian semester.

"Untuk wilayah yang internetnya tidak stabil atau listrik padam, kami sarankan para guru untuk memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan materi yang telah dipelajari," kata Leo Nardo.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

wwwwww
www.amsi.or.id