BPBD Riau Terus Pantau Laporan Masyarakat Terdampak Banjir
![]() |
Tim SAR saat melakukan evakuasi seorang ibu dan anak bayinya di daerah Rumbai, wilayah terkena banjir di Kota Pekanbaru. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau terus memantau laporan masyarakat yang terdampak banjir. Baik akibat pembukaan spillway (pelimpahan air) waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, maupun intensitas hujan yang tinggi.
Demikian dikatakan Kepala BPBD Provinsi Riau, M Edy Afrizal di Kota Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau pada Kamis (6/3/25). "Kita sudah koordinasi dengan pak Gubernur (Abdul Wahid, red). Yang jelas kita petakan daerah yang terkena dampak banjir dan korbannya. Dan kita hitung berapa bantuan per kabupaten/kota. Dan kami juga akan membuka posko bersama Dinas Sosial, dapur umum untuk di Kota Pekanbaru," kata M Edy Afrizal.M Edy Afrizal mengaku, hingga saat ini pihaknya mencatat sebanyak 3.985 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di lima kabupaten/kota. Yakni sebanyak 610 KK di Kabupaten Rokan Hulu, sebanyaj 1.319 KK di Kota Pekanbaru, sebanyak 1.441 KK di Kabupaten Kampar, sebanyak 584 KK di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 31 KK di Kabupaten Kuantan Singingi."Selain warga yang terdampak banjir, fasilitas umum dan sekolah juga terendam banjir. Termasuk jalan. Baik jalan kabupaten/kota, maupun jalan provinsi dan jalan nasional," kata M Edy Afrizal.Dia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menetapkan status siaga banjir hingga 31 Maret 2025. "Kalau perlu diperpanjang, kita perpanjang," kata M Edy Afrizal.Muhammad Amin Nasution






















