Wakil Menteri Pertanian Ikut Menanam Jagung di Desa Okura Riau

Senin, 03 Februari 2025 22:16 WIB
bwakil-menteri-pertanian-ikut-menanam-jagung-di-desa-okura-riaubWakil Menteri Pertanian Sudaryono berfoto bersama dengan sejumlah pejabat lainnya saat melakukan penanaman jagung di Provinsi Riau

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono ikut melakukan penanaman jagung di Desa Okura, Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (3/2/25).

"Hari ini secara simbolik di Provinsi Riau kita laksanakan penanaman jagung. Riau termasuk salah satu yang ditarget besar karena lahan sawit besar, perkebunan besar dan peremajaan itu nanti ada tumpang sari jagung dan padi gogo," ujar Sudaryono di lokasi penanaman jagung, Senin (3/2/25). Diakuinya, menanam jagung dan padi di lahan tumpang sari memiliki batas waktu tertentu. Namun Wamentan optimis dengan luas lahan perkebunan di Provinsi Riau yang bisa dimaksimalkan penanaman jagung dan padi gogo.

"Kalau tumpamg sari artinya ada umur sawit atau kebun tertentu di peremajaan. Ya tentu pindah-pindah, kita ngikuti peremajaan sawit rakyat kita laksanakan. Tadi sudah ada APKASINDO juga sudah ikut MoU, yang ikut nanam jagung dan padi gogo ini semua perusahaan, bukan swasta saja, tapi juga BUMN yang lagi peremajaan sawit. Juga peremajaan sawit rakyat atau PSR kita targetkan nanam padi gogo dan jagung," kata Sudaryono.

Penanaman padi dan jagung yang dilakukan TNI-Polri di Indonesia sendiri menunjukkan hasil yang baik. Saat ini, kata Wamentan,, tantanganya adalah bagaimana dengan keberlangsungan hasil pertanian saat panen.

"Kalau nanam ini dengan jajaran TNI, Polri sudah kelihatan dan BPS (Badan Pusat Statistik, red) sudah mencatat produksi beras dan jagung naik. Menjadi tantangan besar adalah bagaimana nanti setelah penen, pengelolahan, mesin dan pengeringnya dan kita selalu berkoordinasi dengan Bulog (Badan Urusan Logistik, red). Bulog diminta untuk menyerap berapa pun yang pasar itu tidak bisa serap," kata Sudaryono.

Bukan tanpa alasan, sambung Wamentan, pemerintah ingin memastikan harga jual tetap stabil saat musim panen. Sehingga petani tetap bergairah setelah melakukan penanaman padi dan jagung.

"Pertanian ini apa? Pertanian ini kan orang modalin nanam. Setelah panen tidak boleh rugi. Kalau rugi, orang enggak mau tanam lagi," kata Sudaryono.

"Nanam sawit silahkan, tetapi peremajaan sawit. Kalau semangati petani itu, tidak perlu pake cara-cara khusus. Selama petani padi, jagung menguntungkan, percaya sama saya, petani akan bertani padi dan jagung. Intinya bagaimana orang nanem, panen itu untung," sambung Sudaryono.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan
wwwwww
www.amsi.or.id