Disnakertrans Riau akan Perkuat Perlindungan Terhadap Warga yang Bekerja di Luar Negeri, Khususnya Pekerja Migran

Kamis, 30 Januari 2025 20:24 WIB
bdisnakertrans-riau-akan-perkuat-perlindungan-terhadap-warga-yang-bekerja-di-luar-negeri-khususnyaSuasana saat penyambutan peti jenazah Basri, seorang PMI yang jadi korban penembakan petugas APMM di perairan Tanjung Rhu Selangor Malaysia

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau akan memperkuat perlindungan terhadap warga yang bekerja di luar negeri, khususnya Pekerja Migran Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, Boby Rachmat, Rabu (29/1/25).. Hal itu dikatakannya sehubungan adanya peristiwa penembakan dilakukan petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terhadap lima PMI di perairan Tanjung Rhu Selangor Malaysia yang menewaskan Basri, warga Provinsi Riau asal Kabupaten Bengkalis. Atas kejadian itu, sebut Boby Rachmat, menjadi menjadi perhatian serius Pemprov Riau. Salah satu yang akan diseriusi yakni akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat guna memastikan keselamatan para pekerja migran. Langkah ini sangat penting agar kasus serupa tak terulang di masa mendatang.

"Ya, dari kasus ini, kita akan tetap mengikuti dan juga berkoordinasi dengan BP3MI Provinsi Riau. Tentunya, ini menjadi atensi bersama agar ke depannya para pekerja migran dapat bekerja secara prosedural dan aman. Semoga ini menjadi kejadian terakhir dan tidak terulang kembali," kata Boby Rachmat di Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.

Ke depan, kata Boby Rachmat, Disnakertrans Provinsi Riau bakal semakin giat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada calon PMI terkait pentingnya mengikuti prosedur resmi sebelum bekerja ke luar negeri.

"Kita juga terus memperkuat koordinasi dengan pihak kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Sebab sangat penting bagi calon pekerja migran untuk memahami prosedur resmi agar mereka dapat bekerja secara aman dan terlindungi," kata Boby Rachmat.

Kepada para pekerja migran. pihaknya mengingatkan supaya lebih disiplin dalam mengikuti aturan di negara tujuan agar terhindar dari risiko yang tak diinginkan, seperti kasus penembakan petugas APMM hingga menewaskan satu orang dan melukai empat PMI beberapa hari yang lalu.

"Para pekerja migran juga harus patuh terhadap aturan negara tujuan. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pekerja maupun pemerintah, agar dapat meningkatkan perlindungan bagi warga negara kita yang bekerja di luar negeri," kata Boby Rachmat.

Ringkasnya, Pemprov Riau melalui Disnakertrans Provinsi Riau akan terus berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pengiriman tenaga kerja guna mencegah terjadinya pengiriman pekerja secara ilegal.

Menurut Boby Rachmat, dengan adanya langkah-langkah ini, Pemprov Riau berharap dapat memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi PMI asal Riau. Dengan begitu, dapat sekaligus memastikan calon PMI dapat bekerja aman dan mendapatkan hak-hak yang semestinya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id