Begitu Tiba di Terminal Cargo Bandara SSK II Pekanbaru, Jenazah Korban Penembakan Petugas APMM Langsung Dibawa ke Pulau Rupat Bengkalis

<b>Begitu Tiba di Terminal Cargo Bandara SSK II Pekanbaru, Jenazah Korban Penembakan Petugas APMM Langsung Dibawa ke Pulau Rupat Bengkalis</b>

Peti jenazah Basri, korban tewas akibat penembakan petugas APMM di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, saat dimasukkan ke mobil ambulans untuk dibawa ke Pulau Rupat, Bengkalis, Riau pada Rabu (29/1/25) sore

Rabu, 29 Januari 2025 20:36 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Jenazah Basri, korban tewas dalam penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia , telah tiba di Terminal Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (29/1/25) sekira pukul 16.00 WIB.

Pantauan wartawan, saat penyambutan jenazah Basri, tampak hadir Penjabat Gubernur Riau Rahman Hafi, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigadir Jenderal Adrianto Jossy Kusumo, dan sejumlah pejabat lainnya.

Begiitu serah terima dilakukan kepada pihak keluarga, peti jenazah Basri berwarna putih berlapiskan plastik itu langsung dimasukkan ke dalam ambulans yang sudah standby. untuk selanjutnya dibawa ke Pulau Rupat, Bengkalis yang notabene adalah tempat kelahiran Basri.

Menurut Azrai, sepupu Basri, pihak keluarga telah menerima dengan lapang dada kematian salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu. Disampaikan, jenazah Basri akan dimakamkan pada hari ini juga.

"Pemakaman tetap akan kami selenggarakan hari ini. Jenazah akan dibawa ke Jalan Nelayan, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis," kata Azrai, Rabu (29/1/25).

Diakuinya, kabar penembakan hingga menewaskan Basri itu diketahui pihak keluarga pada Jumat (24/1/25). Pihak keluarga sendiri sebenarnya tak mengetahui Basri bekerja di Malaysia sebagai PMI.

"Kami tak mengetahui ke mana dia mencari kerja. Bahkan komunikasi tidak ada. Anaknya juga tidak mengetahui," kata Azrai.

Seperri diketahui, Basri bersama empat temannya ditembak petugas APMM saat kapal yang mereka tumpangi berlayar di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.

Pada peristiwa penembakan itu, Basri tewas. Satu orang kritis dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh, korban penembakan petugas APMM itu terdiri dari dua orang warga asal Provinsi Riau, dua orang asal Provinsi Sumatera Utara, dan satu orang asal Provinsi Kepulauan Riau.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id