Meski Mulai Surut, Banjir Masih Melanda Beberapa Desa di Dua Kabupaten di Riau

Selasa, 28 Januari 2025 16:02 WIB
bmeski-mulai-surut-banjir-masih-melanda-beberapa-desa-di-dua-kabupaten-di-riaubPetugas berupaya mengevakuasi warga korban banjir dengan menggunakan perahu karet

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Meskipun sudah mulai surut, namun sampai saat ini banjir masih melanda beberapa titik atau desa di dua kabupaten di Provinsi Riau yakni Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

Banjir di dua kabupaten ini dipicu oleh meluapnya Sungai Kampar. Pemicu utama meluapnya Sungai Kampar karena dibukanya pintu pelimpahan waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sejak seluruh pintu pelimpahan ditutup, ketinggian genangan banjir mulai berkurang. Namun karena hujan lokal masih turun hampir setiap hari, banjir masih tetap terjadi meskipun tidak separah sebelumnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Ghafur, mengatakan bahwa tinggal dua daerah lagi di Riau yang masih dilanda banjir.

"Perkembangan banjir di Riau saat ini, hanya tinggal dua daerah yang masih terdampak, yakni Kampar dan Pelalawan," kata Jim Ghafur pada Senin (27/1/25) kemarin.

Diakuinya, meskipun kedua daerah itu masih banjir, tapi ketinggian air sudah jauh berkurang. Situasi banjir di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan mulai membaik seiring dengan penutupan pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang.

"Penutupan pintu waduk ini baru dilakukan tiga hari lalu. Namun, biasanya dampaknya akan terasa setelah empat hari," kata Jim Ghafur.

Disebutkannya, beberapa titik banjir di Kabupaten Kampar, seperti di Desa Buluh Cina, sudah mulai surut. Begitu juga dengan banjir di Jalan Lintas Timur Km 83 Kabupaten Pelalawan, pun mulai berangsur surut.

Diakuinya, prakiraan musim hujan di Riau masih berlangsung hingga Maret mendatang 2025. Bilamana intensitas hujan di hulu mulai menurun, maka kondisi waduk akan lebih terkendali.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Lingkungan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id