Banjir, Sembilan Sekolah di Kabupaten Pelalawan Terpaksa Diliburkan

<b>Banjir, Sembilan Sekolah di Kabupaten Pelalawan Terpaksa Diliburkan</b>

Salah satu sekolah di Kabupaten Pelalawan dilanda banjir

Rabu, 22 Januari 2025 21:20 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sebanyak sembilan sekolah di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau terpaksa diliburkan. Pasalnya, banjir yang melanda daerah itu belum surut.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan, Atil Mahdar, Rabu (21/1/25), sembilan sekolah yang diliburkan itu berada di empat kecamatan.

Sekolah tersebut diliburkan, kata Atil Mahdar, karena kondisi ruang sekolah yang tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar. Ruang kelas terendam.

Atil Mahdar mengatakan, untuk saat ini tindakan yang dilakukan yakni meliburkan aktivitas belajar mengajar. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan atau kesehatan para siswa dan guru.

Disebutkannya, sembilan sekolah yang diliburkan itu yakni SD Negeri 004 Muara Sako di Kecamatan Langgam, SD Negeri 011 Sering Barat, SD Negeri 006 Sering, dan SD Negeri 004 Pelalawan di Kecamatan Pelalawan.

Kemudian, SD Negeri 001 Desa Rantau Baru, dan SD Negeri 002 Kuala Terusan di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Selanjutnya SD Negeri 003 Lubuk Kembang Bungo, SD Negeri 016 Air Hitam dan SMP Negeri 1 Ukui di Kecamatan Ukui.

Menurut Atil Mahdar, semua sekolah yang terdampak banjir akan segera menerima surat resmi dari Disdik Pelalawan untuk menghentikan aktivitas sementara di sekolah.

"Meskipun aktivitas belajar di sekolah dihentikan sementara, pendidikan tetap berjalan. Anak-anak akan belajar melalui daring dan diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah," kata Atil Mahdar.

Diungkapkan, aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di sekolah akan kembali dibuka apabila kondisi banjir surut. "Jika banjir surut, siswa dapat kembali belajar di sekolah," kata Atil Mahdar.

Sehubungan banjir belum.surut, Disdik Pelalawan telah mengimbau seluruh pihak, terutama sekolah yang terdampak, untuk memanfaatkan sistem daring sebaik mungkin demi keberlanjutan pendidikan siswa.

Dengan kondisi yang perlahan membaik, Atil Mahdar berharap semoga aktivitas belajar mengajar secara tatap muka bisa segera dilanjutkan.

"Kami tetap memastikan dunia pendidikan di Kabupaten Pelalawan tidak terhenti. Meski ruang kelas terendam, pembelajaran harus tetap berjalan, walaupun sementara dilakukan dari rumah," kata Atil Mahdar.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

wwwwww
www.amsi.or.id