Berbagi Jenis Penyakit Hewan Ternak Jadi Ancaman Serius Bagi Peternak di Riau, Jumlah Kasus Tertinggi Terdata di Wilayah Kabupaten Kampar

<b>Berbagi Jenis Penyakit Hewan Ternak Jadi Ancaman Serius Bagi Peternak di Riau, Jumlah Kasus Tertinggi Terdata di Wilayah Kabupaten Kampar</b>

Petugas sedang memberikan vaksin rabies kepada hewan peliharaan milik warga

Kamis, 02 Januari 2025 21:13 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Berbagai jenis penyakit hewan ternak menjadi ancaman serius bagi peternak di Privinsi Riau. Dari sekian daerah, Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan kasus penyakit hewan ternak tertinggi di Provinsi Riau yakni 438 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 321 kasus.

Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Faralinda Sari, mengaku bahwa sepanjang tahun 2024 lalu ada peningkatan kasus penyakit ternak di Provinsi Riau.

Dikatakan, di antara beberapa penyakit hewan yang dianggap menjadi ancaman serius bagi peternak di wiatah Provinsi Riau adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), demam babi Afrika, dan penyakit kulit benjolan.

Berdasarkan data Dinas PKH Provinsi Riau, kata Faralinda Sari, sepanjang tahun 20204 lalu, PMK menjadi penyakit yang paling banyak menyerang hewan ternak di Riau. "Data kami menunjukkan bahwa sebanyak 519 ekor ternak terpapar PMK," kata Faralinda Sari, pada Kamis (2/1/25).

Bukan hanya PMK, lanjut Faralinda Sari, penyakit ngorok yang menyerang pada hewan ternak juga menjadi masalah serius.

"Penyakit ngorok menyerang 303 ekor ternak, terutama di wilayah Kampar. Penyakit demam babi Afrika juga tercatat sebanyak 120 kasus," kata Faralinda Sari.

Menurut Faralinda Sari, ada beberapa faktor penyebab penyebaran penyakit hewan ternak di wilayah Riau. Di antaranya mobilitas hewan, kondisi lingkungan, dan kurangnya kesadaran peternak menjaga kesehatan hewan ternaknya.

Terkait hal itu, sambung Faralinda Sari, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada peternak agar lebih peduli terhadap kesehatan hewan ternak mereka.

Selain sosialisasi kepada peternak, pihak Dinas PKH Provinsi juga melakukan upaya penanggulangan lain seperti melakukan vaksinasi massal terhadap hewan ternak.

Menurut Faralinda Sari, sepanjang tahun 2024 lalu Dinas PKH Provinsi Riau telah memberikan vaksin rabies kepada 23.241 hewan, vaksin Jembrana kepada 5.789 hewan, vaksin penyakit kulit benjolan kepada 1.430 hewan, vaksin PMK kepada 78.726 hewan, dan vaksin penyakit ngorok kepada 2.917 hewan.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id