Pemprov Riau Persiapkan Satgas Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Senin, 23 Desember 2024 21:55 WIB
bpemprov-riau-persiapkan-satgas-penanggulangan-bencana-hidrometeorologibPetugas sedang mengevakuasi seorang warga yang terjebak banjir

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sedang mempersiapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi. Hal ini dipersiapkan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana alam seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Seperti diketahui, sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Riau, Pemprov Riau telah menetapkan Status Siaga Keadaan Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi. Status tersebut mulai berlaku sejak 5 Desember 2024 hingga 31 Januari 2025. "Iya, kita sedang mempersiapkan pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Provinsi Riau, M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Ghafur pada Senin (23/12/24).

Menurut Jim Ghafur, pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi ini sejalan dengan penetapan Status Siaga Keadaan Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi.

Jim Ghafur juga menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Satgas Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas penanggulangan bencana.

Diakuinya, BPBD Riau menargetkan agar Surat Keputusan pembentukan Satgas dapat segera ditandatangani oleh Penjabat Gubernur Riau. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana.

"Insya Allah dalam waktu dekat sudah terbentuk Satgas Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Riau. Ini agar kita semakin mudah melakukan koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana di Riau. Sebab satgas ini melibatkan unsur TNI/Polri dan pihak terkait lainnya," kata Jim Ghafur.

Disampaikan, pembentukan Satgas ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi dampak negatif bencana yang mungkin terjadi. Dengan adanya Satgas, maka upaya evakuasi, penyelamatan, dan pemulihan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terorganisir.

Dalam kesempatan ini Jim Ghafur mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah serta instansi terkait. Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko kerugian akibat bencana.

Suksesnya penanggulangan bencana, sambung Jim Ghafur, sangat bergantung pada kerja sama semua pihak.. Baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

"Dengan sinergi yang baik, diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana dan melindungi masyarakat," pungkasnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id