Status Siaga Darurat Karhutla Dicabut, Seluruh Helikopter Water Bombing dan Pesawat Patroli Bantuan BNPB Ditarik dari Riau

Senin, 02 Desember 2024 14:33 WIB
bstatus-siaga-darurat-karhutla-dicabut-seluruh-helikopter-iwater-bombingi-dan-pesawat-patroliHelikopter warer bombing saat memadankam kobaran api yang membakar lahan

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Seluruh helikopter water bombing dan helikoter patroli serta pesawat patroli bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah ditarik dari Riau. Penarikan dilakukan seiring dicabutnya secara resmi status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadaman Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, Senin (2/12/24). Disampaikan, secara resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mencabut status siaga darurat karhutla Riau pada 30 November 2024. Sebelumnya, status siaga darurat karhutla ditetapkan 13 Maret 2024 dan berakhir 30 November 2024.

Dikatakan, pesawat helikopter water bombing dan patroli maupun pesawat patroli sudah kembali atau ditarik dari Riau sejak 20 November 2024 lalu. "Sekarang tidak ada lagi helikopter yang standby di Riau, sudah ditarik," kata M Edy Afrizal.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2024, luasan lahan terbakar di Provinsi Riau mencapai 2.486,75 hektare (Ha). Luasan lahan terbakar itu tersebar di 12 kabupaten/kota se-Riau.

Berikut rinician luasan lahan terbakar di wilayah Provinsi Riau sepajang tahun 2024.

- Kabupaten Rokan Hulu = 35,4 Ha

- Kabupaten Rokan Hilir = 98,5 Ha

- Kota Dumai = 234,15 Ha

- Kabuaten Bengkalis = 138,33 Ha

- Kabuaten Kepulauan Meranti = 165,64 Ha

- Kabuaten Siak = 133,91 Ha

- Kota Pekanbaru = 39,04 Ha

- Kabuaten Kampar = 125,87 Ha

- Kabuaten Pelalawan = 424,13 Ha

- Kabuaten Indragiri Hulu = 777,17 Ha

- Kabuaten Indragiri Hilir = 237,80 Ha

- Kabuaten Kuantan Singingi = 76,80 Ha.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Lingkungan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id