Home > Berita > Umum

Eks Napi Mengaku Humas RS Vita Insani Pematangsiantar Dinilai Buat Onar dan Resah

Senin, 02 Desember 2024 17:15 WIB
Akam Sophian
beks-napi-mengaku-humas-rs-vita-insani-pematangsiantar-dinilai-buat-onar-dan-resahbSumbar foto: KFMAF.
PEMATANGSIANTAR, POTRETNEWS.com — Setelah terjadi pergantian manajemen alias pimpinan di Rumah Sakit (RS) Vita Insani Jalan Merdeka Pematangsiantar, Sumatra Utara, dari dr Alpin Hoza MM kepada dr Flora Maya Damanik, saat ini kondisi dan suasana rumah sakit itu layaknya mirip seperti dilanda prahara alias kurang nyaman. Suasana kurang nyaman itu tercipta akibat tingkah laku Kepala Bagian Umum (KBU) Nat Br Pur yang acap membuat kebijakan menyalah. Informasi yang berhasil diperoleh dari pegawai, tingkah laku oknum KBU selalu membuat resah, dan merugikan mereka, bertindak arogan layaknya mirip seperti ”penguasa” di RSVita Insani Pematangsiantar.

Padahal oknum KBU Nat Br Pur yang bertitel AMd mulanya hanya bertugas di bagian rekam medis yang tak memiliki otoritas. Tapi karena salah seorang dokter yang punya ”kuku” di sana adalah teman sekolah atau sohibnya, maka terjadilah nepotisme yang berakibat ”kekacauan”.

Sumber di rumah sakit itu mengungkapkan, semasa tampuk pimpinan RS Vita Insani Pematangsiantar dikendalikan dr Alpin Hoza MM, berbagai prestasi positif berhasil diraih yang melambungkan nama besar rumah sakit swasta tersebut. Capaian itu mengundang decak kagum dari warga masyarakat luas yang menggunakan fasilitas kesehatan.

Deretan prestasi itu, menurut sumber, berkat ”tangan dingin” dan kepiawaian dr Alpin dalam mengelola rumah sakit tersebut. Bahkan bagi segenap pegawai yang merupakan semacam ”tim” di RS Vita Insani, kala itu merasakan kesejukan dengan kerja sama yang apik.

Bagi masyarakat sekitar rumah sakit, kepemimpinan dr Alphin juga mendapat acungan jempol. Interaksi warga setempat dengan pihak RS Vita Insani ketika itu sangat baik. Tidak heran jika RS Vita Insani berkembang sangat pesat yang ditandai dengan pertambahan pembangunan gedung rawat inap yang signifikan dan banyak lagi fasilitas lainnya.

Tapi anehnya, informasi yang berkembang di rumah sakit tersebut, pergantian tampuk pimpinan RS Vita Insani karena dr Alpin Hoza tidak bersedia lagi meneruskannya dengan alasan umur sudah tua. Adapun sang penggantinya yakni dr Maya Flora Damanik, didatangkan dari luar. Konon, masuknya dr Maya menjadi pemimpin saat ini, merupakan andil dari dr Alpin Hoza.

Berbagai kalangan, termasuk jiran tetangga serta ”orang dalam” RS Vita Insani mengaku iba melihat perubahan drastis atas suasana dan kondisi rumah sakit tersebut. Layaknya bagai api dalam sekam, dan menjadi pergunjingan di kalangan para pegawai.

Berubahnya suasan di RS itu menurut sumber diduga karena KBU Nat Br Pur acap merusak citra RS Vita Insani. Untuk menunjukkan power-nya, sang KBU Nat Br Pur cukup lihai dan licik sampai memperalat seseorang diduga eks narapidana (napi) ”HM Pas” yang mengaku sebagai Humas RS Vita Insani.

Mirisnya, bukannya menampilkan keterampilan komunikasi yang apik dan bersahabat sebagaimananya lazimnya humas-humas di perusahaan ternama, gaya komunikasi pria yang mengaku Humas RS Vita Insani tadi justru bertolak belakang.

Humas yang harusnya menjadi corong komunikasi sebuah instansi dengan cara-cara humanis, oleh HM Pas dipraktikkan seperti preman.

Bagaimana tidak, pria eks napi benisial HM Pas yang mengaku humas tadi, mengusir pedagang nasi yang berjualan di trotoar, tapi bukan di lahan RS Vita Insani, hingga berujung terjadi keributan. Aksi koboi HM Pas diduga kareba diperalat KBU Nat br Pur.

Senin (18/11/2024) siang, nyaris terjadi bakuhantam dengan HM Pas eks pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Pematangsiantar, yang dipecat dan dihukum vonis 1 tahun penjara pada 2022 dalam kasus pemerasan.

Saat terjadi keributan itu, wartawan senior Akam S yang kebetulan cucu mantan pemilik sebagian lahan RS Vita Insani, langsung menghubungi mantan direktur dr Alpin Hoza MM melalui telepon dan menayakan keberadaan HM Pas. Sebab Akam S cukup mengetahui sejarah RS Vita Insani, terutama mengenai lahannya.

”Siapa itu HM Pas yang mengaku humas, siapa yang mengangkatnya?" kata dr Alpin, dengan nada berang. Ketika telepon seluler diberikan kepada HM Pas agar bicara dengan dr Alpin, eks napi (HM Pas) langsung pergi meninggalkan tempat.

”Memang berjualan di depan RS Vita Insani tidak dibenarkan. Tapi kalau di trotoar, itu kan kewenangan pemkot (pemerintah kota, red) dan Satpol PP Pematangsiantar. Saya tidak tahu itu humas dan siapa yang mengangkat,” tegas dr Alpin. Warga setempat dan jiran tetangga RS Vita Insani yang telah bermukin puluhan tahun di sekitar rumah sakit mengemukakan keheranannya.

”Kenapa bekas napi berani mengaku sebagai Humas (RS) Vita Insani? Kita khawatir akibat arogansi KBU Nat Br Pur yang sok berkuasa, akhirnya (RS) Vita Insani akan menjadi tempat berkumpulnya bramacorah,” pungkas seorang warga yang minta identitasnya tidak ditulis.***

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id