Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Jadi Irup Hari Pahlawan 2024 di Halaman Kantor Gubernur Riau

<b>Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Jadi Irup Hari Pahlawan 2024 di Halaman Kantor Gubernur Riau</b>

Pengibaran bendera pada peringatan Hari Pahlawan tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di halaman kantor Gubernur Riau di Kota Pekanbaru, Minggu (10/11/24)

Minggu, 10 November 2024 21:35 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2024 tingkat Provinsi Riau dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Minggu (10/11/24). Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Feri Yunaldi bertindak sebagai inspektur upacara (irup).

Pada upacara tersebut, hadir sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Riau, anggota TNI-Polri, perwakilan pelajar, serta sejumlah tokoh masyarakat dan veteran.

Marsma TNI Feri Yunaldi yang membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, menyebutkan bahwa Bumi Nusantara banyak melahirkan pahlawan, para mujahid pemberani. Dengan segala pengorbanannya, mereka telah berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Para pahlawan, kata dia, adalah para patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai Indonesia merdeka. Dan saat ini, mewariskannya kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk diteruskan demi mencapai cita-cita Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.

Dijelaskan, tema peringatan Hari Pahlawan kali ini adalah "Teladani pahlawanmu, cintai negerimu". Tema ini mengandung makna yang dalam.

"Teladani pahlawanmu, berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan," katanya.

"Adapun cintai negerimu, mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia," sambungnya.

Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi, sebutnya, maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.

Disebutkan, proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia.

"Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol, dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah. maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial," ujarnya.

Karena itu, imbuhnya, semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat dimanapun berada.

Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi. Namun, juga diukur dari kemampuan mengelola permasalahan sosial.

"Terkait perkembangan zaman, apakah pahlawan hanya milik masa lalu?, apakah dimungkinkan pahlawan saat ini mengingat koridor perjuangan fisik untuk mendirikan bangsa ataupun negara telah selesai dengan terbentuknya NKRI?, tentunya pertanyaan itu sangat sempit jika dikaitkan bahwa ladang perjuangan hanya pada saat pembentukan negara," sebutnya.

"Tantangannya ke depan bahwa kita sepakat NKRI adalah untuk masa depan, rumah kita bersama sampai akhir hayat,  tentunya ini membuka kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik dalam koridor menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global. Siapapun berkesempatan untuk berjuang mempertahankan NKRI dan membangun kemajuan NKRI," tegasnya.

Diakuinya, meski tugas para pahlawan terdahulu telah selesai dan berhasil mewujudkan NKRI, maka berikutnya diharapkan muncul sosok pahlawan yang memberikan pencerahan. Serta mampu memberikan harapan dan melakukan tindakan terhormat membawa bangsa Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan. 

Hal tersebut, kata dia, dapat dilakukan oleh siapapun. Maka, diharap peringatan Hari Pahlawan dari tahun ke tahun tidak sekadar mengulang rutinitas semata.

"Kita berharap pada setiap momen peringatan hari pahlawan, muncul semangat baru, muncul sosok warga negara Indonesia yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangannya saat ini," harapnya.

Terakhir dia mengingatkan supaya jangan pernah lelah untuk berbuat yang terbaik, meneladani dan mewarisi nilai-nilai kepahlawanan.

"Mari kita implementasikan sifat-sifat kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat, mulai dari diri kita, mulai dari hal yang paling kecil yang dapat dilakukan di sekitar kita untuk kemaslahatan masyarakat," pungkasnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

1
Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id