Agar Sejumlah Aset Terbengkalai Termanfaatkan, Komisi III DPRD Riau Minta Pemprov Gandeng Pihak Ketiga

<b>Agar Sejumlah Aset Terbengkalai Termanfaatkan, Komisi III DPRD Riau Minta Pemprov Gandeng Pihak Ketiga</b>

Sampai saat ini pembangunan Pasar Cikpuan di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru tak kunjung dilanjutkan

Kamis, 07 November 2024 22:31 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Tak dipungkiri, ada sejumlah aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah bertahun-tahun tak termanfaatkan dengan baik karena bermasalah dan terbengkalai. Melihat itu, Pemprov diminta untuk menggandeng pihak ketiga (rekanan profesional) dalam pengelolaannya.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Edi Basri di Pekanbaru, Kamis (07/11/24).

Menurut Edi Basri, jika memang tak ada anggaran untuk merawat sejumlah aset Pemprov Riau yang bermasalah dan terbengkalai itu, jangan dibiarkan begitu saja tak termanfaatkan.

"Kalau bukan lembaga kompeten yang mengurus aset ini, maka akan jadi sarang hantu. Sudah banyak itu contohnya, Pasar Cik Puan, Stadion Utama Riau, venue kolam renang eks Pekan Olahraga Nasional sudah jadi kolam lele itu, mau diapakan? Kalau daerah tidak mampu, serahkan ke pihak ketiga," kata Edi Basri.

Diakuinya, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk membangun sejumlah aset itu, dulunya tak sedikit. Bahkan anggarannya bernilai fantastis.

Saat ini, Edi Basri sepertinya tak membahas secara rinci penyebab terbengkalai atau tak termanfaatkannya dengan baik sejumlah aset Pemprov Riau tersebut. Pastinya, dia yakin penyebabnya karena faktor perencanaan kurang matang dan penganggaran yang tak berkelanjutan.

"Yang penting saat ini bagaimana aset itu selamat dulu. Jangan kita bicara untung rugi dulu. Nantinya setelah berfungsi dengan baik, baru kita kaji dengan pihak yang mengelolanya," kata Edi Basri.

Pada kesempatan ini dia minta agar Pemprov Riau untuk menjajaki kerja sama dengan rekanan kompeten atau pihak ketiga. Dikaji secara teknis bagaimana agar aset tersebut dapat berfungsi dengan baik.

"Pihak swasta dipilih yang kompeten. Usaha mikro saja bisa berkembang. Apalagi ini, lahannya ada, aset ada. Bagaimana agar berfungsi saja dulu yang harus kita kaji," kata Edi Basri, dilansir riau.antaranews.com.

Edi menyebutkan dalam waktu dekat, Komisi III DPRD Riau akan melakukan sidak untuk melihat kondisi real aset di lapangan. Setelah itu, Komisi III DPRD Riau akan memanggil badan pengelola aset guna membahas kajian teknis tentang inventarisir seluruh aset daerah.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id