Tadi Pagi, Gunung Marapi di Provinsi Sumbar Sudah Beberapa Kali ”Batuk”, Pertanda Apa Ya?

<b>Tadi Pagi, Gunung Marapi di Provinsi Sumbar Sudah Beberapa Kali ”Batuk”, Pertanda Apa Ya?</b>

Pada Minggu (27/10/24) pagi, Gunung Merapi di Provinsi Sumatera Barat mengalami erupsi.

Minggu, 27 Oktober 2024 15:15 WIB

AGAM, POTRETNEWS.com — Tadi pagi, Gunung Marapi yang berada wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beberapa kali mengalami "batuk" alias erupsi. Ini pertanda apa ya?

Menurut Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Aziz Yuliawan, pada Minggu pagi erupsi terjadi hingga tiga kali. Ketinggian letusan abu vuklanik tercatat mencapai 2 kilometer (km) di atas puncak gunung. "Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 27 Oktober 2024 pukul 09.56 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut," kata Aziz Yuliawan, Minggu (27/10/24).

Disampaikan, sebelum erupsi pukul 09.56 WIB, Gunung Marapi juga meletus pada pukul 07.00 WIB dan pukul 07.36 WIB, dan mengeluarkan abu vulkanik masing-masing setinggi 1 kilometer dan 800 meter.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 1.8 milimeter dan durasi sekitar 59 detik," sebut Aziz Yuliawan.

Sementara itu, PGA Marapi, Teguh Purnomo menambahkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 1,8 milimeter dan durasi sekitar 59 detik.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 1,8 milimeter dan durasi sementara 59 detik," kata Teguh Purnomo

Menurutnya, Gunung Marapi sudah mengalami erupsi sebanyak tiga dalam hari ini. Erupsi pertama terjadi pukul 07.00 WIB dengan ketinggian kolom abu 1.000 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 milimeter dan durasi 2 menit 11 detik.

Erupsi kedua terjadi pukul 07.36 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tipis ke arah barat laut.

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3.6 milimeter dan durasi 1 menit 10 detik. Sementara erupsi ketiga terjadi pukul 09.56 WIB.

Dijelaskannya, saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II waspada, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas 3 kilometer dari arah kawah.

Bukan itu saja. Masyarakat juga diminta mewaspadai aliran banjir lahar dingin yang dapat terjadi di sungai yang berhulu dengan puncak Gunung Marapi. Sementara ketika terjadi hujan abu masyarakat juga diimbau menggunakan masker.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id