Komisi Pemberantasan Korupsi Dorong Pemprov Riau Naikkan Monitoring Center for Prevention 2024 di Atas 80 Persen
![]() |
Penjabat Sekda Provinsi Riau, M Taufiq Oesman Hamid |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk dapat menaikkan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2024 di atas 80 persen atau dalam kategori terjaga.
Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI, Agus Priyanto secara virtual, Selasa (22/10/24), mengatakan pada tahun lalu capaian rata-rata Provinsi Riau berada di angka 79,84 persen. "Mudah-mudahan tahun 2024 bisa di atas itu,“ harap Agus Priyanto.
Seperti diketahui, sesuai hasil rapat koordinasi dan penguatan sinergi bersama Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Pemerintah Daerah Wilayah I di Medan pada Maret lalu, Pemprov Riau menempati urutan ketiga terhadap capaian rata-rata MCP tahun 2023.Agus Priyanto mengaku, untuk MCP tahun 2024 ini berbeda dari tahun sebelumnya. Menurutnya, tahun ini ada delapan area interverensi yang akan masuk dalam penilaian KPK. Delapan area intervensi tersebut yakni perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, pengawasan aparat pengawas internal, pemerintah (APIP), manajemen aparatur sipil negara, pengelolaan barang milik daerah, dan optimalisasi pajak daerah.“Kami minta kepada pak Sekretaris Daerah (Sekda) dan pak Inspektur agar pelaksanaan MCP tahun ini untuk dapat dimonitor dengan lebih intensif. Tunjukkan komitmen kita bahwa tata kelola Pemerintah Provinsi Riau lebih baik dari tahun lalu,” kata Agus Priyanto.Muhammad Amin Nasution

























