Dalam Sehari, Dua Anak Laki-Laki di Pelalawan Provinsi Riau Tewas Tenggelam di Sungai

Minggu, 20 Oktober 2024 21:45 WIB
bdalam-sehari-dua-anak-lakilaki-di-pelalawan-provinsi-riau-tewas-tenggelam-di-sungaibPetugas gabungan saat mencari anak laki-laki yang tewas tenggelam di anak sungai Desa Sungai Ara

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Dalam sehari, dua anak laki-laki di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, ditemukan tewas tenggelam di sungai pada Minggu (20/10/24).

Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ade Santoso, Minggu (20/10/24). Menurut AKP Ade Santoso, peristiwa tewasnya dua anak laki-laki itu terjadi di lokasi berbeda. Satu di anak sungai Desa Sungai Ara, dan satu lagi di sungai Desa Sungai Graha, Desa Makmur.

"Ada dua kejadian, lokasinya berbeda. Kedua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata AKP Ade Santoso melalui pesan WhatsApp, dilansir kompas.com.

Dijelaskan, korban pertama yakni Arik Shadad, berusia satu tahun enam bulan, ditemukan tenggelam di anak sungai Desa Sungai Ara.

Sebelumnya, pada Sabtu (19/10/24), Arik Shadad tidak ditemukan di rumah oleh ayahnya, Edi Candra. "Padahal, pintu depan rumah dikunci karena ibu korban sedang demam. Korban diduga keluar dari pintu belakang, yang dekat dari parit besar," kata AKP Ade Santoso.

Pada hari pertama pencarian, kata AKP Ade Santoso, petugas belum berhasil menemukan Arik Shadad meskipun telah menyisir anak sungai hingga ke sungai besar.

Namun pada hari kedua, mayatnya ditemukan warga yang sedang mengecek bubu di sungai Desa Kuala Panduk, sekitar 8 kilometer dari lokasi awal tenggelam.

"Setelah mendapat informasi, tim Satpolairud Polres Pelalawan dan SAR menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Mayat korban dibawa ke rumah duka," sebut AKP Ade Santoso.

Untuk peristiwa kedua, sambung AKP Ade Santoso, terjadi di anak sungai Desa Sungai Graha, Desa Makmur. Korbannya bernama Ahmad Yusril Alfaridzi. Anak laki-laki berusia 12 tahun ini juga tenggelam pada Sabtu (19/10/24).

AKP Ade Santoso menerangkan, sebelum ditemukan, Ahmad Yusril Alfaridzi terlihat oleh warga di pinggir sungai, sementara pakaian dan sandalnya ditinggalkan di sana.

"Korban ini diketahui mempunyai hobi berendam di dalam air dan bermain sendirian. Korban juga diketahui mengidap autis,"kata AKP Ade Santoso.

Disebutkan, pencarian korban dilakukan oleh petugas gabungan dan warga. Pada hari pertama pencarian, korban belum berhasil ditekukan. Korban baru ditemukan pada pencarian esoknya atau hari ini, Minggu (20/10/24) sekira pukul 16.30 WIB.

Saat ditemukan, Ahmad Yusril Alfaridzi sudah tak bernyawa alias meninggal dunia. Jasad korban ditemukan tak jauh dari lokasi sejak semula hilang.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa, Pelalawan
wwwwww
www.amsi.or.id