Dari Januari hingga Oktober 2024, Sebanyak 2.286 Karhutla Terjadi di Riau.

<b>Dari Januari hingga Oktober 2024, Sebanyak 2.286 Karhutla Terjadi di Riau. </b>

Penjabat Gubernur Riau, Rahman Hadi saat memimpin rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau di Pekanbaru, Kamis (3/10/24)

Kamis, 03 Oktober 2024 20:19 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dari Januari hingga Oktober 2024, sebanyak 2.286 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Provinsi Riau. Luasan karhutla yang mencapai 2.286,70 hektare itu tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Data tersebut disampaikan Penjabat Gubernur Riau, Rahman Hadi, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (3/10/24).

Pada rakor tersebut, ada sejumlah isu penting yang dibahas. Di antaranya isu kesiapsiagaan penanggulangan karhutla.

"Untuk total luas karhutla di Riau mencapai 2.286,70 hektar yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Artinya semua daerah di Riau sudah terjadi karhutla," kata Rahman Hadi.

Rahman Hadi pun menguraikan luasan karhutla berdasarkan daerah kabupaten/kota, sebagai berikut :

1. Kabupaten Rokan Hulu seluas 22 hektar

2. Kabupaten Rokan Hilir seluas 58 hektar

3. Kota Dumai seluas 204,15 hektar

4. Kabupaten Bengkalis seluas 113,33 hektar

5. Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 165,44 hektar

6. Kabupaten Siak seluas 128,91 hektar

7. Kota Pekanbaru seluas 28,11 hektar

8. Kabupaten Kampar seluas 86,90 hektar

9. Kabupaten Pelalawan seluas 416,13 hektar

10. Kabupaten Indragiri Hulu seluas 771,42 hektar

11. Kabupaten Indragiri Hilir seluas 232,30 hektar

12. Kabupaten Kuantan Singini seluas 59,30 hektar.

Pada kesempatan tersebut, Rahman Hadi juga memaparkan upaya dan tindakan yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Provinsi Riau.

Bukan itu saja. Rahman Hadi juga menyebutkan prihal dikeluarkanya Keputusan Gubernur Riau tentang siaga darurat karhutla mulai 13 Maret hingga 30 November 2024. Dari 12 pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Riau, katanya, hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang belum menetapkan status darurat karhutla.

Menurut Rahman Hadi, saat ini titik api (hotspot) karhutla di wilayah Riau, nihil. Dia berharap kondisi seperti ini tetap bertahan. Untuk itu, dia pun menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat langsung/aktif dalam pengendalian dan pencegahan karhutla di wilayah Provinsi Riau.

Diakuinya, nihilnya titip api saat ini di wilayah Provinsi Riau, tidak terlepas kerjasama semua pihak dalam mencegah dan mengendalikan karhutla, di samping kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id