Peresmian Ekoriparian Umri dan Unilak, Menteri LHK: Ekoriparian Bisa Memperkaya Keanekaragaman Hayati

<b>Peresmian Ekoriparian Umri dan Unilak, Menteri LHK: Ekoriparian Bisa Memperkaya Keanekaragaman Hayati</b>

Menteri LHK, Siti Nurbaya menandatangani prasasti peresmian ekoriparian Umri dan ekoriparian Unilak

Senin, 30 September 2024 20:18 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pembangunan ekoriparian di sekitar area kampus sangat baik karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Selain itu, relevansi sosialnya juga cukup tinggi.

Demikian dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, saat meresmikan ekoriparian Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dan ekoriparian Universitas Lancang Kuning (Unilak). Peresmiannya dilangsungkan di kampus Umri, Pekanbaru, Senin (30/9/24).

Menurut Siti Nurbaya, manfaat ekoriparian sangat banyak, mulai dari persoalan air limbah rumah tangga dan penyediaan tempat UMKM. "Jadi ada peran dan manfaat fisik, ekologis, sosial budaya, ekonomi, serta manfaat estetika lingkungan,” kata Siti Nurbaya.  

Siti Nurbaya mengaku bahwa dia sudah banyak meresmikan ekoroparian di sejumlah daerah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, ekoriparian yang dibangun itu juga semakin bervariasi.

“Ekoriparian ini juga bisa memperkaya keanekaragaman hayati di sekitarnya. Karena itu saya mendorong masyarakat untuk ikut membangun ekoriparian mulai dari yang sederhana dulu, itu akan sangat berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan,” ajaknya.  

Seperti diketahui, ekoriparian yang diresmikan Menteri LHK Siti Nurbaya itu merupakan bentuk kerjasama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Riau dan juga merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Menurut Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, fasilitas ekoriparian ini menjadi langkah nyata pihaknya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“PHR mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh KLHK (Kementerian LHK, red) dalam memberikan arahan-arahan terkait pengelolaan dan perlindungan lingkungan di Wilayah Kerja Rokan," kata Ruby Mulyawan.

Dengan diserahkannya ekoriparian kepada Umri dan Unilak, dia berharap semoga dapat dikelola dengan baik secara mandiri untuk dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Riau.

Pada acara peresmian dua ekoriparian itu, dia menyebutkan bahwa ekoriparian Umri merupakan proyek yang dibangun PHR sejak Agustus 2023 dan selesai April 2024. Sementara ekoriparian Unilak dibangun mulai Desember 2022 dan selesai pada Februari 2023.

Ekoriparian Umri dan ekoriparianUnilak merupakan kawasan hijau yang menggabungkan fungsi ekologis, sosial masyarakat, ekonomi dan edukasi.

Dengan adanya ekoriparian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kampus, menjadi pusat pembelajaran tentang pengelolaan sumber daya air dan ekosistem, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Di ekoriparian tersebut terdapat constructed wetland atau rawa buatan yang diciptakan dan didesain khusus untuk pengolahan air tercemar dengan memanfaatkan proses alami yang terintegrasi.

Air limbah dari permukiman akan mengalami dekontaminasi melalui proses alami yang melibatkan vegetasi rawa atau riparian sebelum dilepaskan ke badan air.

Dari sisi ekonomi, ekoriparian Umri juga memiliki kafe dan gerai UMKM berbasis biodigester yang ramah lingkungan. Biodigester merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah sampah dengan cara memanfaatkannya menjadi biogas.

Gas yang dihasilkan dipakai untuk menyalakan kompor yang ada di kafe dan gerai-gerai UMKM yang berada di kawasan ekoriparian.

Sementara itu, ekoriparian Unilak berada di kawasan seluas lebih kurang 5 hektare di area kampus di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Terdiri dari tiga zona yakni inti, penyangga, dan pengembangan.

Zona inti terdiri dari danau yang dioptimalisasikan fungsinya sebagai kolam retensi dengan pendekatan ekosistem danau. Zona penyangga sebagai optimalisasi sempadan danau sebagai ruang terbuka hijau (RT) dan koridor ruang terbuka biru (RTB) menggunakan constructed wetland (lahan basah buatan) dan detention pond (cekungan penahan). Sementara zona pengembangan merupakan optimalisasi ruang terbuka sebagai ruang interkasi sosial.

Terdapat pula landscape Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang mengusung konsep alami, menggunakan bahan seperti batu alam untuk rute jogging track dan lokasi amfiteater untuk tempat pertunjukan bagi mahasiswa dan warga sekitar. Terdapat pula sebuah kafe sebagai wadah pengembangan usaha mahasiswa.

Di area Hutan Arboretum Keanekaragaman Hayati Unilak telah dilakukan renovasi fasilitas-fasilitas yang ada, seperti pedestrian, jembatan, pengidentifikasian berbagai jenis tanaman beserta barcode pepohonan, gerbang, shelter, tempat duduk, landscaping area, kelistrikan dan tempat berkumpul yang dipenuhi dengan beberapa bentuk papan informasi edukasi terkait berbagai jenis flora dan fauna yang terdapat di dalamnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Lingkungan
wwwwww
www.amsi.or.id