Watannas RI Adakan Pertemuan dengan Pemprov Riau Membahas Pengelolaan Sampah Hingga Mencapai Target Zero Waste dan Zero Emmission Tahun 2050

<b>Watannas RI Adakan Pertemuan dengan Pemprov Riau Membahas Pengelolaan Sampah Hingga Mencapai Target <i>Zero Waste</i> dan <i>Zero Emmission</i> Tahun 2050</b>

Suasana pertemuan Watannas RI dengan Pemprov Riau di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau

Rabu, 25 September 2024 21:11 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas RI) adakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membahas pengelolaan sampah hingga mencapai target zero waste (nol sampah) dan zero emmission (nol emisi) pada tahun 2050.

Pertemuan tersebut dilangsungkan di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Rabu (25/9/24). Pada acara itu hadir Deputi Sistem Nasional Watannas RI, Tri Yuniarto, dan Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur.

Menurut Tri Yuniarto, pihaknya melakukan pengumpulan data serta berdiskusi dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Kami dari Sekretariat Watannas RI beserta tim hadir ke Provinsi Riau dalam rangka mencari data. Kemudian kita juga berbagi dengan pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk memikirkan bagaimana pengelolaan sampah,” kata Tri Yuniarto.

Diakuinya, saat ini di beberapa kota besar di Indonesia, pengelolaannya sampah sudah pada posisi darurat. Di sisi lain Indonesia dan negara-negara lainnya juga sudah mendeklarasikan bahwa pada tahun 2050 harus mencapai "zero waste" dan "zero emission".

“Ini tantangan besar buat kita semua dan harus kita mulai saat ini. Memang terkesan masih 25 tahun ke depan, tetapi 25 tahun itu bukan waktu yang lama karena kalau kita tidak memulai fondasi dari sekarang, itu sulit untuk dicapai,” kata Tri Yuniarto.

Salah satu langkah strategis yang diangkat dalam pertemuan ini, kata Tri Yuniarto, adalah pengelolaan bank sampah. Menurutnya, pengelolaan bank sampah merupakan salah satu solusi yang dapat mereduksi volume sampah serta memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat yang terlibat dalam proses pengelolaannya.

“Karena itu bisa memberikan nilai ekonomis buat masyarakat yang terlibat. Tentunya termasuk pengelolaan sampah ini, Tempat Penampungan Akhir tidak lagi menggunakan 'sanitary landfill' (membuang atau menumpuk sampah di tempat cekung, yang kemudian menimbunnya), tetapi kita harus mengelolanya secara baik dan benar,” kata Tri Yuniarto.

Pada pertemuan itu, Zulkifli Syukur, menyatakan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga menjadi perhatian utama. Masyarakat diharapkan memiliki kepedulian yang tinggi serta disiplin dalam menangani sampah dari tingkat rumah tangga.

“Kita minta kesadaran masyarakat untuk bisa mengatakan pada dirinya sampah itu harus dikelola dengan baik kemudian ada kepedulian dan rasa disiplin,” kata Zulkifli Syukur.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id