Pengusutan Kasus SPPD Diduga Fiktif di Setwan Riau Masih Fokus di Sekretariat, belum Mengarah ke Pimpinan atau Anggota Dewan
![]() |
Tim Ditreskrimsus Polda Riau mengamankan sejumlah dokumen saat melakukan penggeledahan di salah satu ruangan Sekretariat DPRD Riau |
PEKANBARU, POTRETNEWS.clm - Pengusutan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di tubuh sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau masih terus bergulir. Saat ini penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih fokus melakukan pengusutan di sekretariat, belum mengarah ke pimpinan atau anggota dewan.
"Fokus sementara ini memang kasusnya ke Sekretariat DPRD. Sejauh ini tidak ada atau belum mengarah ke pimpinan atau anggota DPRD Riau," kata Kepala Bidang Huhungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, Komisaris Besar (Kombes) Anom Karabianto, Kamis (19/9/24).
Yang pasti, lanjut Kombes Anom Karabianto, tim penyidik yang menangani kasus tersebut terus bekerja secara profesional dan terbuka. Sehingga semua yang terlibat akan diusut.Seperti diketahui, baru-baru ini tim Polda Riau melakukan penggeledahan di sekretariat dewan Provinsi Riau. Sebanyak 36 box kontainer berisi dokumen hingga PC diamankan. Tentunya dokumen hingga PC itu diyakini ada kaitannya SPPD diduga fiktif. Kombes Anom Karabianto menyebutkan, penggeledahan yang dilakukan tim Ditreskrimsus juga fokus di ruang Sekretariat DPRD Riau. Terutama sejak kasus naik ke tahap penyidikan pada 12 Juli lalu.Diakuinya, untuk mengusut kasus korupsi, itu membutuhkan waktu lama. Karena harus mengumpulkan bukti dan saksi. Dan itu memakan waktu cukup lama. "Ada tahap pulbaket, penyelidikan dan juga ini butuh waktu lama," kata Kombes Anom Karabianto, dilansir detik.com.Muhammad Amin Nasution

























