Kesbangpol Kuantan Singingi Lakukan Monev ke Lembaga Masyarakat di Daerahnya

Rabu, 18 September 2024 19:16 WIB
bkesbangpol-kuantan-singingi-lakukan-monev-ke-lembaga-masyarakat-di-daerahnyab

KUANSING, POTRETNEWS.com — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kuantan Singingi melakukan Monitoring dan Evaluasi keberadaan ormas, LSM dan yayasan pada Rabu, 18 September 2024. Kegiatan ini sudah dimulai sejak 2 September lalu di setiap kecamatan.

Monitoring dan evaluasi terhadap ormas, LSM dan yayasan ini dikakukan dengan tujuan melakukan verifikasi faktual terhadap sekretariat, administrasi dan kegiatan serta pembinaan oleh Tim Terpadu dari Kesbangpol Kuansing.

Tim Terpadu Ormas Kesbangpol dipimpin oleh Dafriwanto SE (Kabid Politik) didampingi Sepli Imran (Analis Kebijakan) selanjutnya Abdullatip, SSos (Analis Kebijakan), Aipda Zulpendi, SE (Kanit Intelkam Polsek Kuantan Tengah) Serka Despi (Baintelkam Danramil 02 Kuantan Tengah), Muhammad Harris Fadillah Putra SH MH (Sie. Intel Kejari Kuansing), Yusriandi, SSos, Netri Yuliana, Iwi Pranata SIP MIP, Eldo Agusta SH dan Sintari Afrita (Staf Kesbangpol).

Monitoring dan evaluasi menyasar beberapa lembaga yang berdomisili di Telukkuantan Kecamatan Kuantan Tengah Monitoring diawali dengan mengunjungi kantor Persatuan Jawa Kuansing (Perjasing) di Kelurahan Sei Jering, selanjutnya Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Yayasan Syafa'aturasul dan Yayasan Pendidikan Islam Tarbiyah.

Kepala Kesbangpol Kuansing Muhjelan Arwan. SH MH melalui Kabid Politik, Dafriwanto SE mengatakan, temuan di lapangan masing-masing lembaga memiliki permasalahan tersendiri, ada konflik kepengurusan yang seharusnya diselesaikan secara internal oleh lembaga terkait.

Kemudian, Sepli Imran sebagai Pejabat Fungsional (Kasubbid Kelembagaan dan Orsospol) menguraikan hasil monitoring di antaranya, pergantian kepengurusan tanpa memberi tahu ke Kesbangpol, Konflik kepengurusan (KSB), Sekretariat yang belum memenuhi syarat, Kegiatan yang terhenti karena dana minim, Kurang melakukan pembinaan terhadap anggota, ormas/LSM/yayasan lebih banyak tumbuh karena kepentingan tertentu sebagai contoh seperti akan pemilu dan lain sebagainya.

"Beberapa ormas LSM Yayasan masih berkegiatan sedangkan keberadaan SKT sudah habis masa berlakunya atau sudah ganti pengurus, Lebih banyak lagi yang SKT masih berlaku tetapi organisasi sudah bubar atau vakum," tutur Sepli Imran.

Tercatat sebanyak 201 lembaga yang terdaftar sampai September 2024 di Kuantan Singingi. Namun hanya 46 lembaga yang masih tergolong aktif.***(Inf)

wwwwww
www.amsi.or.id