LINGGA, POTRETNEWS.com - Kabupaten Lingga yang sarat dengan jejak historis (sejarah) Kerajaan Riau Lingga ini dikenal dengan sebutan Bunda Tanah Melayu, wilayah yang terdiri dari ratusan gugusan pulau-pulau yang tersebar di belasan kecamatan. Ada dua wilayah besar di Kabupaten Lingga, yakni Daik dan Dabo Singkep.
Di antara gugusan pulau-pulau yang ada, Pulau Berhala menjadi pesona di Selatan Lingga. Pulau Berhala adalah sebuah pulau kecil yang indah mempesona di Selat Berhala yang terletak dalam gugusan pulau-pulau di Kecarnatan Singkep Selatan. Ada tiga pulau kecil dengan luas sekitax 0,25 hektar sampai 0,5 hektar mengelilinginya.
Air Iautnya biru dan jernih. Pantainya yang landai, sebagian rnerupakan hamparan pasir putih dan sebagian lagi berbatu. Sumur yang digali hanya sekitar 10-15 meter dari bibir pantai dengan airnya yang bening, tawar, dan tidak berbau.
Pulau ini berada di perbatasan dengan Provinsi Jambi dan dulu masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Bukan hanya pesona pantai eksotis, tetapi terdapat pula batu bertulis dengan huruf Cina, sansekerta, dan aksara yang tertulis tanggal 23-2-76, namun arti pasti dari peninggalan ini masih belum diketahui.Sebagaimana dilansir batampos.co.id, secara geografis, Pulau Berhala ini, menjadi gerbang masuk bagian selatan Kabupaten Lingga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Kedekatan geografis Pulau Berhala dengan Jambi menjadikannya magnet bagi wisatawan dari provinsi tetangga tersebut.Berkat keindahan alamnya yang memukau, panorama pantai yang memesona, serta kekayaan bahari yang menawan, Pulau Berhala kini menjadi destinasi favorit bagi pengunjung dari Jambi. Aspek ini tentunya membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Lingga.
Meskipun letaknya cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten Lingga, namun Pulau Berhala sudah bisa disinggahi oleh Kapal Sabuk Nusantara atau Bukit Raya yang tujuan ke Belinyu, Provinsi Bangka Beltung. Selain itu, bagi wisatawan juga bisa memilih rute dari Tanjungjabung Timur, Jambi.
Beberapa waktu lalu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Pemprov Kepri terus berkomitmen untuk menjadi daerah sebagai destinasi wisata, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara. Ia yakin, Pulau Berhala punya pesona tersendiri sebagai daya tarik wisata.Menurutnya, konektivitas menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Menyikapi ini, pembangunan pelabuhan, dan penambahan rute menjadi atensi. Pemprov Kepri juga telah melakukan pemetaan disetiap daerah dalam rencana pembangunan daerah.Seperti diketahui, pulau yang ekositis ini, sempat dipertentangkan antara Provinsi Kepri dan Provinsi Jambi. Namun kekuatan data dan fakta berpihak ke Provinsi Kepri. Terlepas dari pada itu, Provinsi Jambi dan Provinsi Kepri pun kini diketahui bekerja sama mengembangkan Pulau Berhala menjadi destinasi pariwisata.Walaupun terletak di salah satu lokasi yang paling terpencil di pantai timur Sumatera, Pulau Berhala memiliki pantai yang cantik dan bersih.Para penduduk di pulau ini terdiri dari warga lokal dan personel TNI yang bertugas menjaga perbatasan terluar Indonesia. Keadaan terpencil Pulau Berhala menjadi nilai positif bagi pulau ini. Karena kunjungan wisatawan yang masih rendah, alam di sini masih tetap terjaga dengan baik.
Pulau ini memiliki topografi yang berbukit dengan hutan lebat yang menjadi habitat bagi berbagai jenis binatang, termasuk biawak dan rusa.Dari puncak bukitnya, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut dari ketinggian. Dari sini, terlihat panorama laut dengan pantai-pantainya serta keindahan beberapa pulau kecil di sekitarnya.Untuk mencapai puncak bukit ini, wisatawan dapat menempuhnya dengan berjalan kaki. Perjalanan menuju puncak hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit. Pengunjung juga dapat menikmati embusan angin laut yang lembut.Selain memiliki pantai berpasir putih yang memukau dengan hiasan bukit-bukit, pulau ini juga memiliki potensi hutan bakau dan menampung berbagai jenis terumbu karang yang terletak sekitar 200 meter dari pantai.Selain keindahan alamnya, Pulau Berhala juga terkenal karena memiliki makam Datuk Paduko Berhalo, yang merupakan figur penting dalam sejarah masyarakat Jambi. Diyakini dari figur inilah pulau tersebut dinamai Pulau Berhala.Datuk Paduko Berhalo dianggap sebagai leluhur orang Jambi dan diyakini pernah menjadi salah satu raja di Kerajaan Jambi pada masa lalu. Namun, makam Datuk Paduko Berhalo tidak memiliki hubungan dengan sejarah masyarakat Lingga, Kepulauan Riau.Datuk Paduko Berhalo yang bernama asli Ahmad Salim dikenal sebagai tokoh yang berperan dalam menyebarkan agama Islam di Jambi. Ia juga dikenal karena pernikahannya dengan putri raja Jambi. Setelah sang raja turun tahta, Datuk Paduko Berhalo kemudian menggantikannya.Makam Datuk Paduko Berhalo terletak sekitar 150 meter dari jalan setapak tengah pulau. Selain makam raja, Pulau Berhala juga menyimpan warisan sejarah berupa benteng kuno yang dibangun oleh Jepang serta meriam yang merupakan peninggalan dari masa penjajahan Belanda.Pulau ini juga merupakan tempat para penyu bertelur. Jika ingin mengabadikan momen penyu menggali sarang dan bertelur, sebaiknya datang pada malam hari ketika penyu penyu tersebut mulai muncul ke pantai.Wisatawan yang ingin melihat penyu-penyu bertelur di sekitar pantai bisa mengunjungi pulau ini pada bulan April hingga Agustus. Pada bulan-bulan itulah banyak penyu singgah di Pulau Berhala dan bertelur di sana.***
Editor:Muhammad Amin Nasution