Berikut Ini Kronologi Penganiayaan Berujung Maut yang Diduga Dilakukan Oknum Polisi di Riau bersama Lima Temannya

<b>Berikut Ini Kronologi Penganiayaan Berujung Maut yang Diduga Dilakukan Oknum Polisi di Riau bersama Lima Temannya</b>

Seorang oknum polisi berinisial AS yang bertugas di Yanma Polda Riau diamankan karena terlibat penganiayaan seorang warga Siak Hulu Kabupaten Kampar hingga berujung maut

Jum'at, 13 September 2024 01:07 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Jamal (31), warga Kecamatan Siakhulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau tewas setelah sebelumnya diduga dianiaya seorang oknum polisi berinisial AS bersama lima temannya.

Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Komisaris Besar (Kombes) Anom Karabianto kepada wartawan saat konferensi pers di markas Polda Riau, di Pekanbaru, Kamis (12/9/24), sejauh ini baru AS yang sudah diamankan. Lima temannya masih buron.

Menurut Kombes Anom Karabianto, kronologis peristiwa penganiayaan berujung maut itu berawal ketika AS menghubungi temannya berinisial Y pada Minggu (8/9/24).

Saat itu, AS meminta bantuan kepada Y untuk mrnemukan barang bukti yang diduga dicuri Jamal. Selanjutnya, AS bertemu dengan Y dan empat temannya yang lain. Setelah itu, dengan mengendarai sepeda motor, mereka pun mencari Jamal.

"(Tersangka, red) Pelaku Y ini berteman dengan AS. Jadi dia minta bantu kepada AS, karena anggota polisi, untuk mencari barang bukti yang diduga dicuri korban," kata Kombes Anom Karabianto.

Nah, ketika bertemu korban, mereka pun melakukan penganiayaan di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, Jamal dibawa ke sebuah lahan kebun kelapa sawit yang jaraknya sekira 15 menit perjalanan sepeda motor dari TKP pertama.

Di lahan kelapa sawit itu, Jamal kembali dianiaya. Dalam kondisi lemas tak berdaya, kemudian Jamal dibawa ke rumah neneknya.

Tersangka AS bersama lima temannya itu juga sempat mencari barang bukti yang diduga dicuri korban, namun tak ditemukan. Terakhir, korban yang mengalami luka lebam dibawa ke klinik terdekat.

Akibat pendarahan parah di bagian otak, akhirnya Jamal menghembuskan nafas terakhir alias meninggal dunia. Tak terima atas peristiwa itu, pihak keluarga Jamal meminta rumah sakit melakukan visum dan selanjutnya membuat laporan resmi ke polisi.

Laporsn pengaduan keluarga Jamal pun ditindaklanjuti aparat polisi. Dari hasil penyelidikan, ternyata salah seorang tersangka pelakunya adalah oknum polisi berinisial AS.

Tak menunggu lama, petugas polisi yang menangani kasus penganiayaan berujung maut tersebut berhasil mengamankan oknun polisi berpangkat Brigadir Kepala itu. Menurut Kombes Anom Karabianto, oknum polisi berinisial AS tersebut bertugas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Riau.

Diakui Kombes Anom Karabianto, saat ini petugas polisi masih memburu lima teman AS yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. "Lima (tersangka, red) pelaku lagi masih dalam pencarian," pungkas Kombes Anom Karabianto.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id