PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Siapa yang tak kenal Ustaz Abdul Somad alias UAS. Ustadz kondang asal Riau itu selalu menjadi pusat perhatian dalam berbagai moment. Termasuk pada momen pesta demokrasi.
Masih ingatkah ketika UAS menyerahkan sebuah dua cendera mata yakni parfum dan tasbih kepada Prabowo Subianto pada moment Pemilihan Presiden tahun 2019 lalu. Waktu itu, video pertemuan UAS dengan calon presiden nomor dua itu benar-benar viral.
Dalam video tersebut, dengan jelas UAS mengisyaratkan keberpihakannya ke Prabowo Subianto. Lalu pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dimana pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Presiden, dilakukan serentak, UAS juga menunjukkan haluannya.
Saat calon presiden nomor urut dua, Anies Bahwedan bertandang ke Riau, dia sempat bertemu dengan UAS. Pertemuan penuh keakraban berlangsung di kediaman keluarga UAS di daerah Rimbo Panjang. Lagi-lagi video pertemuan UAS dengan calon presiden itu viral. Apalagi UAS dengan jelas mengisyaratkan mendukung calon presiden Anies Baswedan.Soal siapa yang didukung, dengan jelas UAS mengatakan hak sebagai warga. Siapa yang terpilih kelak, itu urusan lain. Yang jelas, siapa yang didukungnya, itulah yang terbaik menurut pemilih. Begitu juga dengan UAS. Siapa yang didukung UAS, itulah yang terbaik menurut UAS. Jika tak sehati dengan dukungan UAS, tak jadi soal. Beda dukungan itu biasa.
Nah, pada moment Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 ini, UAS pun menunjukkan isyarat keberpihakannya ke pasangan calon tertentu. Pada Pilkada Riau alias Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Riau periode 2024-2029, UAS juga menunjukkan isyarat pasangan yang didukungnya. Bahkan dengan terang-terangan lagi, UAS mengantar langsung pasangan calon dukungannya itu ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau pakai mobil jeep. Video UAS yang kala itu mengemudi mobil jeep yang diatasnya duduk pasangan calon gubernur-wakil gubernur Riau, Abdul Wahid-SF Hariyanto, itu pun viral. Nah, terkait isyarat keberpihakan UAS ke salah satu pasangan calon kepala daerah itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Prof Dr Ilyas Husti pun menanggapinya, dalam video.Menurut Prof Dr Ilyas Husti, sikap yang disampaikan UAS dinilainya sudah tepat. Kata Prof Dr Ilyas Husti, tidak ada larangan bagi ulama untuk menentukan arah politiknya.
"Saya sebagai pribadi ya juga mewakili sebagian cendekiawan, ini pada proporsional yang tepat. Karena ini menyangkut masalah interpretasi," kata
Prof Dr Ilyas Husti."Ini boleh saja bagi semua warga, asal tidak menyudutkan. Saya melihat sosok Abdul Somad, dia punya hak untuk bicara dan punya hak untuk berpendapat dan punya hak untuk keberpihakan," sambung Prof Dr Ilyas Husti.Prof Dr Ilyas Husti mengaku bahwa hal demikian juga tidak dilarang dari pandangan agama. Menurutnya, tidak ada konsep netral dalam Islam. Sebab kalau netral, itu tidak memilih satu pun. Itu yang dilarang."Sebagai seorang ulama yang sudah menentukan sikap, berarti ulama tersebut sudah melalui beberapa tahap termasuk ijtihad," kata Prof Dr Ilyas Husti.Dengan situasi tersebut, dinilai tidak layak jika ada pihak-pihak yang mem-bully UAS. Langkah itu dinilai tidak tepat."Saya mengimbau dalam bulan-bulan politik ini, baik cendikiawan maupun ulama, berikanlah pandangan yang menyejukkan. Hak orang jangan diganggu, silahkan perjuangkan hak kita," sambungnya.Soal tudingan UAS memecah belah umat, Ilyas menilai tidak ada arah ke sana. UAS dinilai punya pengalaman yang menginginkan pemimpin Riau ke depan adalah orang yang tepat yang membawa Riau semakin gemilang dan terbilang."Dia (UAS, red) sudah punya pilihan, punya sejarah yang membuat dia punya sikap. Beliau ingin siapa yang sebenarnya dari hatinya ingin memperjuangkan Riau. Jadi Abdul Somad sudah tepat dalam bersikap," kata Prof Dr Ilyas Husti."Kalau itu pilihannya sebagai ulama, mari kita taati, samikna wa atokna. Yang enggak sepaham, tinggalkan. Tapi jangan sampai membuat kekacauan dan kegaduhan. Karena UAS adalah ulama yang harus kita hormati," imbuhnya.Terpisah, Manas, seorang warga Pekanbaru mengaku sangat setuju atas pendapat Ketua MUI Riau itu. Menurut Manas, siapa yang didukung UAS, itu terserah UAS. "Dalam moment memilih pemimpin, saya selalu menunggu respon UAS. Karena menurut saya, siapa yang didukung UAS, itu adalah yang terbaik. Saya tidak tahu betul sosok calon pemimpin. Saya tak mau ikut-ikutan. Saya mau mengikuti pendapat orang berilmu," kata Manas. Untuk moment Pilkada serentak 2024, sambung Manas, siapa pun yang didukung UAS, dia akan mengikutinya. Karena dia yakin, siapa yang didukung UAS, itulah yang terbaik.***
Editor:Muhammad Amin Nasution