Di Depan Pj Wako Pekanbaru dan Forkopimda, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Paparkan Sejumlah Program Jika Dia Bersama Pendampingnya Memimpin Ibu Kota Provinsi Riau

<b>Di Depan Pj Wako Pekanbaru dan Forkopimda, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Paparkan Sejumlah Program Jika Dia Bersama Pendampingnya Memimpin Ibu Kota Provinsi Riau</b>

Bakal calon Walikota Pekanbaru, Edy Natar Nasution (kanan) duduk bersama Pj Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa

Selasa, 03 September 2024 22:27 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sejumlah program jitu yang tujuannya untuk kemajuan kota Pekanbaru dan masyarakatnya, akan dilakukan pasangan Edy Natar Nasution-Dastrayani Bibra jika nantinya dipercaya memimpin Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.

Hal itu disampaikan Edy Natar Nasution, bakal calon Walikota Pekanbaru saat menerima kunjungan silaturahmi Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa dan Forkopimda Pekanbaru, Selasa (3/9/24).

Di depan Pj Walikota dan rombongan, mantan Komandan Korem 031 Wira Bima, Pekanbaru itu memaparkan satu persatu program yang akan dilakukan. Seperti pembangunan Pasar Cik Puan sebagai pendukung ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan pasar tersebut adalah persoalan lama yang hingga kini belum terselesaikan. Bahkan sampai saat ini belum ada kejelasannya. Makanya, jika dia bersama pendampingnya, Dastrayani Bibra memimpin Pekanbaru, persoalan Pasar Cik Puan akan segera diselesaikan.

Begitu juga beberapa persoalan lainnya. Seperti kebersihan, pengelolaan sampah, banjir, pendidikan, kesehatan dan berbagai program umum lainya yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Insya Allah akan dituntaskan mereka.

Edy Natar menyampaikan, saat menjabat Pj Gubernur hingga Gubernur Riau lalu, dirinya juga sudah membahas dan mempersiapkan beberapa program untuk permasalahan di Pekanbaru.

Salah satunya, Pasar Cik Puan. Menurutnya, permasalahannya tinggal program dan strategi dari pimpinan Pemko, karena untuk aset, sebelumnya sudah diserahkan oleh Pemprov Riau kepada Pemko Pekanbaru.

“Saya sudah cari tahu akar permasalahannya, ternyata permasalahannya tidak begitu sulit. Makanya jadi pertanyaan juga kenapa bisa berlarut-larut seperti ini. Pada hal sudah berapa kali ganti pejabat," kata Edy Natar Nasution.

"Maka itu saya sampaikan, jika saya diberi amanah, Insya Allah permasalahan-permasalahan seperti ini bisa kami selesaikan dan banyak cara penyelesaiannya. Termasuk kebersihan dari sampah, banjir dan program lainnya yang sudah menjadi kewajiban pemerintah,” sebutnya.

Pada prinsipnya, Edy Natar Nasution dan Dastrayani Bibra sudah punya program jitu untuk memajukan Pekanbaru dan masyarakatnya.

“Untuk kemajuan kota dan masyarakat Pekanbaru ini kuncinya kembali kepada program, strategi dan kebijakan pimpinan.Jika memang betul-betul dilakukan, pasti ada jalan untuk membangun dengan baik. Termasuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dimaksud ini. Dan kita sudah punya program ini," ujar Edy Natar Nasution.

"Intinya, jika Allah SWT dan masyarakat percaya dan diberikan amanah kepada kami, Insya Allah kita akan perjuangkan sebaik mungkin sesuai visi misi kita mewujudkan Pekanbaru agamis, unggul dan bermartabat ,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Pemenangan Calon Walikota dan Wakil Pekanbaru Edy Nasution-Dastriani Bibra, AZ Fahcri Yasin. Dikatakannya, jika apa yang disampaikan Edy Nasution akan menjadi catatan bagi tim untuk meyakinkan masyarakat Pekanbaru atas apa yang dijanjikan.

“Persoalan Pasar Cik Puan yang bermasalah dan tak pernah selesai dibangun akan menjadi catatan kita sebagai Tim. Jika Edy Nasution-Destrayani Bibra terpilih akan diselesaikan dan akan dibangun sehingga dapat berfungsi secara maksimal,” ujarnya.

Sementara, Pj Walikota Pekanbaru Risnandar mengatakan, jika kunjungan ini merupakan silaturahmi sekaligus menyiapkan birokrasi handal, melalui diskusi dengan kandidat para calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru yang akan bertarung di pilkada 2024 ini.

Hal ini juga sesuai arahan Mendagri yang programnya juga bersama rekan-rekan Forkopimda, dengan beberapa kepala OPD lingkungan Kota Pekanbaru.

"Pembahasannya diantaranya menyampaikan program-program Pemko seperti penyusunan anggaran 2025 yang akan dijalankan jika terpilih memimpin ke depan.

Artinya dalam silaturahmi ini tidak masuk dalam ranah politik, melainkan hanya membahas persoalan birokrasi yang juga dilakukan pada semua calon,” tutupnya, dilansir goriau.com. ***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

wwwwww
www.amsi.or.id