Dua Daerah di Riau Jadi Perioritas Utama Pengamanan Pilkada Serentak 2024

<b>Dua Daerah di Riau Jadi Perioritas Utama Pengamanan Pilkada Serentak 2024</b>

Kapolda Riau, Irjen Mohammad Iqbal memeriksa personel saat apel gelar pasukan pengaman Pilkada serentak 2024 di markas Polda Riau, Selasa (27/8/24).

Selasa, 27 Agustus 2024 17:07 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Dari sejumlah daerah di Provinsi Riau yang melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, ada dua daerah yang jadi prioritas utama pengamanan. Kedua daerah itu adalah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Rokan Hulu.

Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal saat kegiatan apel gelar pasukan dalam Operasi Mantap Praja Lancang Kuning menjelang Pilkada Serentak 2024 yang dilangsungkan di markas Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Selasa (27/8/24). Menurut Kapolda, dijadikannya kedua daerah rawan Pilkada itu sebagai perioritas pengamanan karena mengingat kedua daerah itu punya histori saat Pilkada sebelumnya.

"Ada beberapa variabel dalam menentukan daerah rawan. Pertama ada histori di Indragiri Hulu dan Rokan Hulu, ini juga menjadi catatan kami dan yang tidak ada histori juga kami tidak boleh underestimate karena semua jadi perhatian kami dalam pergeseran logistik," jelasnya.

Diakuinya, untuk Pilkada serentak 2024, strategi pengamanan tak beda jauh dari Pemilu 2024 lalu. Cuma lebih dimantapkan lagi. Bahkan, personel diperbanyak sesuai perkiraan intelijen.

"Kita tetap menggunakan cara bertindak seperti kemarin di Pemilu. Namun ini ditingkatkan karena perkiraan intelijen ini daerah dan ada rasa kedaerahan yang harus dikelola dengan baik. (Personel, red) kita akan tebalkan dan kita akan kuatkan," kata Kapolda Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi hoaks dan isu tidak benar selama Pilkada. Ia juga sudah meminta tim Siber Polda Riau memantau langsung isu-isu selama Pilkada serentak 2024. 

"Imbauan kepada masyarakat jangan menyebar hoaks, ini ada ancaman pidananya dan kami akan melakukan penegakan khusus. Patroli siber terus memantau detik per detik, saring sebelum sharing. Jangan langsung telan dan intinya harus bijak," imbaunya.

Seperti diketahui, untuk mendukung kesuksesan Pilkada serentak 2024 di "Bumi Lancang Kuning", --julukan Provinsi Riau--, Polda Riau mengerahkan 6.756 personel tim gabungan. Tim gabungan ini terdiri atas Polri, TNI, Satpol PP. Personel siaga di 12 kabupaten/kota di Riau selama 127 hari operasi digelar.

"Sebanyak 6.756 personel yang tersebar di Polres-Polres dan Polda selama 127 hari mulai hari ini. Nanti juga akan ada inisiasi dan cooling sistem lewat karya jurnalistik karena teman- teman jurnalis juga tim kami," kata Kapolda Riau.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Politik, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id