*Buntut dari Putusan MK tentang Ambang Batas Pilkada

Ribuan Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi Gelar Parlemen Jalanan di Depan Gedung DPRD Riau, Aksi Sempat Ricuh dan Memakan Korban Luka

<b>Ribuan Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi Gelar Parlemen Jalanan di Depan Gedung DPRD Riau, Aksi Sempat Ricuh dan Memakan Korban Luka</b>

Aksi demo ribuan mahasiswa di depan gedung DPRD Riau pada Jumat (23/8/24) sore sempat ricuh.

Jum'at, 23 Agustus 2024 19:36 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Tak terkecuali di Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru melakukan aksi turun ke jalan.

Aksi parlemen jalanan tersebut dipusatkan di depan Gedung DPRD Riau, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Jumat (23/8/24). Inti dari orasi ribuan mahasiswa itu yakni menolak RUU Pilkada yang menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa hari yang lalu. Menurut salah seorang orator dalam aksi demo itu, meski telah diputuskan dibatalkan dibahas, mahasiswa juga meminta agar DPR tidak menjadi alat kekuasaan dan harus benar-benar menjadi representasi masyarakat. Orator massa mahasiswa itu juga meminta pimpinan DPRD Riau dapat menemui massa aksi.

"Kami minta agar pimpinan DPRD Riau datang ke sini membersamai kami di sini. Kami ingin wakil rakyat yang benar-benar menjadi representasi rakyat," teriak sang orator melalui pengeras suara, dilansir riaupos.co.

Seperti diketahui, dalam aksi demo tersebut, antara mahasiswa dan petugas yang berjaga di Gedung DPRD Riau sempat terjadi saling dorong. Bahkan dalam beberapa momentum, juga terjadi aksi lempar botol dari arah massa aksi ke dalam gedung. Bentrok pun tak terelakan.

Dari informasi yang diperoleh wartawan,ada seorang aparat kepolisian menderita luka. Sementara dari pihak pendemo, setidaknya ada tiga yang tumbang lalu digotong kawannya menjauh dari kerumunan untuk mendapat perawatan.

Hingga berita ini dimuat, situasi di lokasi demontrasi mulai mereda. Sejauh ini belum ada informasi pasti berapa jumlah korban luka dari kedua belah pihak. Pastinya, untuk memecah kericuhan antara mahasiswa dan polisi, petugas sempat menembakkan water canon.

Untuk memenuhi aspirasi massa mahasiswa, akhirnya perwakilan dari DPRD Riau, yakni Ketua Komisi V Robin Hutagalung datang menghampiri. Tapi kehadiran wakil rakyta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Riau itu ditolak massa mahasiswa. Mereka minta yang datang untuk membersamai ribuan mahasiswa itu adalah ketua DPRD Riau, Yulisman.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id