Usai MK Keluarkan Putusan ”Mengejutkan”, Presiden PB Langsung Telepon Anies untuk Maju di Pilkada Jakarta

<b>Usai MK Keluarkan Putusan ”Mengejutkan”, Presiden PB Langsung Telepon Anies untuk Maju di Pilkada Jakarta</b>

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

Selasa, 20 Agustus 2024 20:04 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com - Begitu mendengar kabar Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan ambang batas pencalonan kepala daerah tak lagi sebesar 20 persen dari kursi DPRD, Presiden Partai Buruh (PB), Said Iqbal langsung mengontak Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

"Baru tadi langsung saya telpon Pak Anies. 'Menang, maju Pilgub DKI'," kata Said Iqbal di kawasan patung kuda Jakarta Pusat, Selasa (20/8/24). "'Serius?'" lanjut Said meniru ucapan Anies, dilansir detik.com. Dengan adanya putusan MK yang "mengejutkan" itu, maka syarat pencalonan Pilkada Jakarta 2024 sebesar 7,5 persen. Sehingga ada partai yang bisa mendukung Anies untuk maju pada pemilihan gubernur Jakarta.

"Kalau DKI tentu Partai Buruh hanya sekitar 1 sekian persen gak mungkin kan (ngusung Anies sendirian), kalau DKI itu dengan keputusan MK 7,5 persen, jadi kalau PDIP akan majukan Anies itu udah lebih dari 7,5 persen," ujarnya.

Saiq Iqbal menyatakan siap untuk ikut urun dukungan kepada Anies Baswedan untuk maju Pilkada Jakarta 2024. Menurutnya, dengan mendukung Anies berarti menghidupkan iklim demokrasi di Jakarta.

"Sepanjang kami diminta Anies Baswadan untuk mengajukan beliau, Partai Buruh siap. Sekali lagi bukan berarti Partai Buruh berseberangan atau berbeda dengan KIM Plus, tapi lebih menyelamatkan demokrasi," katanya.

"Gak boleh demokrasi dibajak, gak boleh demokrasi dikuasai segelintir elit. Bukan ingin berbeda, bukan melawan presiden terpilih, tidak. Tapi lebih pada memastikan demokrasi tidak dibajak oleh elit dan sekelompok partai politik yang tidak mendengarkan suara dari bawah," sambungnya.

Dalam kesempatan ini dia berharap PDIP bisa mengajak parpol lain untuk berkoalisi di Pilkada 2024 demi menjaga demokraai. Katanya, dengan adanya keputusan jangan sampai PDIP jalan sendirian.

"Jangan (sampai, red) PDIP mendengar ini jalan sendiri lagi, jangan. Melalui temen temen media mengharapkan PDIP tetap konsisten membangun demokrasi," ucapnya.

"PDIP kalau bisa ajak partai lain seperti Partai Buruh, Hanura, PKN, Partai Umat. Kita bisa maju bersama," sarannya.

Sementara itu, Iqbal mengatakan sampai saat ini belum menjalin komunikasi dengan partai lain termasuk PDIP. Namun dia ingin, PDIP bisa mengajak PB dalam kontestasi politik kali ini.

"Nggak, belum komunikasi dengan partai mana pun. Kami hanya (baru komunikasi, red) bilang, Pak Anies demi demokrasi maju. Beliau mengatakan 'siap maju', tinggal PDIP. Mudah mudahan Partai Buruh diajak Gelora, PKN diajak. Sudah lebih dari cukup optimistis menang," sebutnya.

"Andaikan PDIP mengusung pak Anies, ya kami berharap pak Anies Rano Karno. Di kalangan buruh pak Anies - Rano Karno kuat. Kami harap PDIP mendengar suara," harapnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Politik
wwwwww
www.amsi.or.id