Jasad Seorang IRT Ditemukan dalam Kondisi Telanjang dan Membusuk di Saluran Irigasi

<b>Jasad Seorang IRT Ditemukan dalam Kondisi Telanjang dan Membusuk di Saluran Irigasi</b>

Foto hanya ilustrasi.

Minggu, 11 Agustus 2024 12:34 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Mega Pertiwi (32), ibu rumah tangga (IRT) yang sebelumnya hilang, ditemukan warga sudah meningggal. Jasadnya ditemukan di sebuah saluran irigasi dalam kondisi telanjang dan membusuk.

Menurut informasi dari kepolisian, Mega Pertiwi adalah warga Huta IV Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kapolsek Bangun AKP Esron Siahaan kepada wartawan, Minggu (11/8/24) membenarkan informasi teraebut. Menurut Esron Siahaan, jasad Mega Pertiwi ditemukan di saluran irigasi di perbatasan Huta II Nagori Bandar Siantar dan Huta IV Nagori Dolok Malela, pada Sabtu (10/8/24).

"Mayat Mega ditemukan dalam kondisi telanjang dan sudah mulai membusuk, terjepit di antara dedaunan dan sampah yang menggenang di irigasi," kata Esron Siahaan, dilansir detik.com.

Disebutkan, mayat Mega Pertiwi ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang melintas di sekitar lokasi. Saat itu, warga tersebut mencium bau busuk. Begitu dicari sumber bau busuk, rupanya berasal dari sesosok mayat. Penemuan mayat tersebut kemudian disampaikan ke warga setempat. Setelah itu baru dilaporkan ke polisi.

"Kami segera bergerak setelah menerima laporan dari Pangulu Bandar Siantar. Petugas medis dari Puskesmas Bandar Siantar juga hadir di TKP untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah," sebutnya.

Menurut Esron Siahaan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari keterangan keluarga korban, sehari sebelum ditemukan, korban sempat mengantar anaknya sekolah.

Begutu anaknya diantar ke sekolah, Mega Pertiwi pulang ke rumah. Kepada ibunya, Mega Pertiwi mengatakan bahwa dia ingin pergi ke rumah keluarganya di Kota Tebing Tinggi mencari pekerjaan. Setelah itu, korban pergi dan tidak pulang hingga malam hari.

"Ayahnya sempat pergi mencari korban, namun tidak ditemukan. Ayahnya mengingat bahwa pada paginya korban mengatakan kepada ibunya bahwa dia mau cari kerja di rumah bibinya di Tebing Tinggi, sehingga pada saat itu ayahnya berpikir bahwa korban sudah pergi ke rumah bibinya, sehingga tidak lagi khawatir," sebutnya.

Berdasarkan hasil interogasi kepada keluarga, sejak dua tahun terakhir Mega Pertwi mengidap penyakit epilepsi. Dan dia sudah berpisah dari suaminya dan mempunyai dua anak, satu ikut ayahnya, satu lagi ikut korban.

"Keluarga korban menerima dengan ikhlas kematian korban karena kemungkinan besar disebabkan oleh penyakit tersebut, yang mungkin memicu tenggelamnya korban di irigasi," sebut Esron Siahaan.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id