Sewaktu Pulang Seusai Salat Isya Berjemaah di Masjid, Pria Lanjut Usia Ini Diterkam Buaya Ganas

<b>Sewaktu Pulang Seusai Salat Isya Berjemaah di Masjid, Pria Lanjut Usia Ini Diterkam Buaya Ganas</b>

Foto hanya ilustrasi.

Jum'at, 09 Agustus 2024 09:11 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sewaktu pulang seusai Saalat Isya berjemaah di sebuah masjid, seorang pria bernama Ujang Wardi (65) diterkam seekor buaya ganas. Akibatnya, lutut hingga perut pria lanjut usia itu robek alias mengalami luka serius.

Peristiwa mengerikan ini terjadi di Desa Transmigran Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Menurut Hanafi, menantu korban, nasib sial yang dialami mertuanya itu terjadi sekira pukul 20.00 WIT, Selasa (6/8/24). Sebagaimana dilansir detik.com, Kamis (8/8/2024), peristiwa tersebut terjadi saat rumah korban terendam banjir. "Waktu itu halaman depan rumah bapak (Ujang Wardi, red) tergenang air akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari ini," kata Hanafi.

Hanafi menyebutkan, mertuanya diterkam buaya ketika berada di depan rumah. Waktu itu mertuanya baru saja sampai di rumah usai salat Isya berjamaah di masjid.

"Saat itu bapak (Ujang Wardi, red) baru kembali dari Salat Isya di masjid, saat berada di halaman rumah, langsung diterkam buaya," ujar Hanafi.

Dijelaskannya, kondisi di sekitar rumah korban memang sedang ditumbuhi banyak rumput. Sehingga, korban baru menyadari keberadaan buaya ketika diterkam.

"Setelah digigit, baru bapak (Ujang Wardi, red) berteriak sehingga dibantu warga," ujarnya.

Untuk mendapatkan penanganan medis, korban pun dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap di Desa Lifofa, Kecamatan Oba Selatan. Tapi karena lukanya cukup serius pada paha hingga lutut, akhirnya korban dirujuk ke RSUD Soasio Kota Tidore Kepulauan.

"Bapak mengalami luka robek dari paha sampai lutut dengan 40 jahitan," sebut Hanafi.

Diakuinya, peristiwa buaya menerkam warga bukan kali ini saja. Sebelumnya sudah empat kali terjadi. Jadi, mertuanya yang berasal dari Jawa Barat itu merupakan korban kelima.

Empat korban sebelumnya adalah Kadil asal Jawa Barat, Mula asal Jawa Timur, Halimah Folasimo asal Kelurahan Rum Kecamatan Tidore Utara, dan bernama Aminah asal Desa Hager, Oba Selatan.

Dipaparkannya, tergenangnya rumah warga karena muara Sungai Meja di Transmigran Maidi tersumbat. Sehingga hewan buas itu leluasa masuk ke wilayah permukiman.

Diakuinya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tidore Kepulauan sebenarnya sempat membangun bendungan dan saluran irigasi untuk meminimalisir genangan air di wilayah itu, tapi belum maksimal.

"Proyek dari Dinas PUPR Kota Tidore Kepulauan yang dikerjakan oleh PT Anabatic Timur Nusantara yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 itu nilainya hampir Rp 19 miliar, tapi semua (bendungan dan irigasi) sudah jebol," tutur Hanafi.

Dalam kesempatan ini, atas nama warga, Hanafi pun meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Dewan setempat agar lebih serius menangani persoalan banjir di wilayah Transmigran Maidi. Ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban dari predator tersebut.

"Pemko dan DPRD Tidore Kepulauan perlu ada langkah serius dalam menangani persoalan yang dialami warga Transmigrasi Maidi, agar tidak ada lagi korban terkaman predator buaya. Atau warga Transmigran Maidi harus direlokasikan ke tempat yang lebih aman dan nyaman," sarannya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id