Alasan tak Sanggup Penuhi Permintaan Uang oleh Atasan, Seorang Pejabat PNS di Kota Padang Dikabarkan Mengundurkan Diri

<b>Alasan tak Sanggup Penuhi Permintaan Uang oleh Atasan, Seorang Pejabat PNS di Kota Padang Dikabarkan Mengundurkan Diri</b>

Penjabat Walikota Padang, Andree Harmadi Algamar, saat diwawancarai wartawan

Rabu, 07 Agustus 2024 18:28 WIB

PADANG, POTRETNEWS.com - Alasan tak sanggup memenuhi uang yang diduga diminta oleh atasannya, seorang Pegawai Negeri Nipil (PNS) di Kota Padang, Sumatera Barat, berinisial M mengundurkan diri. Buntutnya, sang atasan dan jajaran diperiksa pihak terkait.

Sayangnya surat pengunduran PNS berinisial M itu lebih lebih duluan beredar sebelum sampai ke Walikota Padang. Hal itu diakui Penjabat Walikota Padang, Andree Harmadi Algamar.

Disampaikan, PNS berinisial M yang mengundurkan diri itu menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial di Kantor Camat Nanggalo, Kota Padang.

Terkait surat pengunduran diri M ini, Camat Nanggalo bersama jajarannya diperiksa Inspektorat Kota Padang.

"Saya sudah meminta inspektorat memeriksa, termasuk semua pihak di lokasi itu kita periksa. Karena kami ingin tahu sebetulnya apa yang terjadi," kata Andree Harmadi Algamar usai rapat paripurna istimewa, Rabu (7/8/24).

Diakuinya, saat ini Camat Nanggalo bersama jajarannya sudah diperiksa inspektorat bersama BKPSDM Padang. Nantinya kedua instansi itu juga akan membuat tim gabungan untuk memeriksa dugaan pungutan uang itu.

"Saya harap nanti tim pemeriksa dari inspektorat dan juga BKPSDM akan membuat tim gabungan. Dan ini juga sudah mulai diperiksa. Karena mungkin ada hal yang perlu diclearkan antara pejabat kami di Nanggalo sana," kata Andree Harmadi Algamar, dilansir detik.com.

Selain Camat dan jajarannya, menurut Andree Harmadi Algamar, seorang PNS berinisial M itu juga akan diperiksa. Kalau terbukti ada pungutan uang di jajaran Camat Nanggalo, pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas.

"Kita juga akan memeriksa yang mengundurkan diri (PNS berinisial M, red), kenapa dia mengundurkan diri. Sementara Camatnya, Sekcam dan kasi-kasi juga diperiksa. Karena kita ingin mendapatkan informasi komprehensif. Kesimpulan dan sanksi akan kita ketahui ke belakang," ujar Andree Harmadi Algamar.

Andree Harmadi Algamar sendiri mengaku belum menerima surat pengunduran diri M. Makanya dia sangat menyayangkan surat penguduran diri M beredar terlebih dulu sebelum sampai di tangannya.

"Surat pengunduran diri dia belum diterima. Seharusnya surat itu diberikan kepada kami dulu, baru ke Sekda. Dari sana baru suratnya kami proses. Jadi kami sangat menyayangkan surat ini beredar duluan," pungkasnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan
wwwwww
www.amsi.or.id