Pemprov Riau Mulai Bangun Kembali Jembatan yang Roboh di Kepulauan Meranti, Anggarannya Berkisar Rp33 Miliar

<b>Pemprov Riau Mulai Bangun Kembali Jembatan yang Roboh di Kepulauan Meranti, Anggarannya Berkisar Rp33 Miliar</b>

Jembatan Perawang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, roboh akibat tiang penyangga keropos

Minggu, 28 Juli 2024 22:06 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Jembatan Perawang di Selat Akar, Kabupaten Kepulauan Meranti yang tahun 2023 lalu roboh, mulai dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Anggarannya berkisar Rp 33 miliar.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, M Arief Setiawan, Minggu (28/7/24).

"Jembatan Perawang di Kepulauan Meranti sudah mulai proses pembangunan saat ini. Ditargetkan pembangunan selesai Desember 2024," kata M Arief Setiawan.

Untuk membangun kembali jembatan yang roboh akibat tiang penyangga utama keropos itu, kata M Arief Setiawan, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran puluhan miliar.

"Anggarannya untuk jembatan Perawang lebih kurang Rp33 miliar. Di Meranti ada dua jembatan yang roboh, satu lagi Jembatan Panglima Sampul di Kecamatan Tebingtinggi Barat," kata M Arief Setiawan

Jika Jembatan Perawang mulai dibangun 2024, maka Jembatan Panglima Sampul dibangun pada tahun 2025. Sedangkan untuk revisi Detail Engineering Design (DED)-nya atau detail gambar kerja awalnya akan dimasukkan di anggaran yang sudah dilakukan dipergeseran.

"Jembatan Panglima Sampul ini kita bangun tahun depan. Itu anggarannya lebih kurang Rp85 miliar lebih. Itu kita bangun jembatan baru, karena jembatan lama tidak bisa dipakai lagi," pungkasnya, seperti dilansir cakaplah.com

Seperti diketahui, Jembatan Perawang merupakan infrastruktur vital bagi warga Desa Bandul dan Desa Selat Akar, Kecamatan Kecamatan Merbau dan Tasik Putripuyu. Jembatan ini juga merupakan akses utama warga Kepulauan Meranti untuk bepergian ke Kabupaten Bengkalis.

Akibat Jembatan Perawang roboh, selain memutus akses antara kedua desa, juga telah mengganggu mobilitas serta perekonomian warga.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id