Inilah Makna Tradisi Mangulosi di Adat Batak
Tradisi mangulosi di adat Batak.PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sebagaimana diketahui, ulos merupakan identitas bagi masyarakat suku Batak. Tradisi mangulosi disebut menjadi sebuah simbol perlindungan bagi suku Batak. Nenek moyang suku Batak merupakan orang gunung. Dengan hawa dingin pegunungan, tetua suku merajut kain yang akhirnya disebut sebagai ulos.
"Nenek moyang suku Batak adalah orang gunung. Terdorong dinginnya hawa pegunungan, tetua suku merajut lembar kain spesial sebagai kain sarung, selimut, selendang, untuk orang-orang yang disayangi," demikian tertulis di website indonesia.go.id. Lambat-laun ulos menyatu dalam budaya, tradisi, bahkan religi Batak. Ada pemaknaan di setiap motif, warna, pun cara pemakaiannya.Ulos hadir dalam upacara pernikahan, kelahiran, bahkan kematian. Ulos tidak hanya dipakai sebagai bagian dari busana, dia bisa menjadi simbol sebuah doa untuk mendapatkan berkah, yang kadang dirapalkan dalam iringan tarian tor-tor.Tradisi mangulosi merupakan proses mengalungkan kain ulos ke pundak orang lain. Mangulosi memiliki makna perlindungan dari segala gangguan."Dalam budaya Batak ada tradisi mangulosi, yakni proses mengalungkan kain Ulos ke pundak orang lain. Dirunut dari sejarahnya, mangulosi punya makna memberi perlindungan dari segala gangguan," imbuhnya.Muhammad Amin Nasution
























