Tak Sampai Sepekan Sebanyak 6 Warga Lampung Habisi Nyawanya dengan Cara Gantung Diri, Penyebabnya?

<b>Tak Sampai Sepekan Sebanyak 6 Warga Lampung Habisi Nyawanya dengan Cara Gantung Diri, Penyebabnya?</b>

Ilustrasi.

Jum'at, 26 Juli 2024 07:05 WIB

LAMPUNG,  POTRETNEWS.com — Dalam tempo tak sampai sepekan, terhitung sejak Sabtu (20/7/24) hingga Rabu (24/7/24), ada enam warga Provinsi Lampung yang menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri. Penyebabnya?

Data kepolisian menyebutkan, dari 6 kasus itu rata-rata korban mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi. Berikut ulasan, Retno A Riani, psikolog Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Menurut Retno A Riani, para korban nekad menghabisi nyawanya dengan gantung diri lebih disebabkan faktor kejiwaan. Mereka tidak bisa menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya.

Retno A Riani mengatakan fenomena bunuh diri di masyarakat seperti gunung es. Dia pun sangat prihatin atas kondisi tersebut.

"Istilahnya fenomena gunung es, makin lama jumlahnya makin besar. Biasanya ini memang persoalannya banyak," kata Retno A Riani di Lampung, Kamis (25/7/24), dilansir detik.com.

"Persoalannya banyak, antara lain depresi, karena gangguan bipolar, kemudian karena terhimpit hutang juga bisa," ujar Retno A Riani.

"Utamanya dari sekian banyak kasus itu karena tidak mampu menyelesaikan konflik terhadap permasalahan yang korban hadapi dengan baik, sehingga mengambil jalan itu," sambung Retno A Riani.

Kemudian, kata Retno, para korban rata-rata mempunyai kepribadian yang tertutup serta merasa tidak ada dukungan dari orang terdekatnya.

"Korban ini rata-rata mempunyai kepribadian tertutup, lalu ada juga kasus yang dimana mereka ini biasanya merasakan tidak ada dukungan dari orang terdekatnya seperti keluarga," sebut Retno A Riani.

Menurut Retno A Riani, dalam sejumlah kasus bunuh diri, korban biasanya terlihat menyendiri dan lebih banyak murung. Kemudian tidak mau berkontak dengan orang lain.

"Masyarakat harus memperhatikan jika ada pihak keluarga yang melihat tanda-tanda seperti itu. Sebaiknya mendekati, kemudian bertanya kenapa, sehingga kita ada empati. Nah kemampuan empati inilah yang diperlukan bagi orang-orang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri. Itu sebenarnya pertolongan pertama supaya dia mengurangi persoalannya," ujar Retno A Riani.

Seperti diketahui, enam warga Lampung yang mati gantung diri itu terjadi Bandar Lampung 3 kasus, Lampung Timur 2 kasus dan Lampung Selatan 1 kasus.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id